Kamis, 30 Juni 2022

bab iv PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1

 bab iv 


PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMA NEGERI 1 


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Temuan Umum

1.      Latar Belakang SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola berdiri pada tahun 1967 yang berlokasi di Desa Pintupadang Kecamatan Batang Angkola. Lahan sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola  pada awalnya dihibahkan oleh Dr. Athos, setelah itu pemerintah membangun lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat  khususnya masyarakat sekitar. Latar belakang berdirinya SMA Negeri 1 Batang Angkola didasari oleh kebutuhan pendidikan bagi anak-anak desa Pintupadang dan desa sekitarnya, mengingat jarak antara kota Padangsidimpuan dengan desa Pintupadang cukup jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang cukup mahal maka pemerintah mendirikan lembaga pendidikan yaitu SMA Negeri 1 Batang Angkola.

Pada tahun 1967-1978 yang menjadi kepala sekolah di SMA Negeri 1 Batang Angkola adalah Sori Tua Harahap, setelah 11 tahun menjadi kepala sekolah kemudian digantikan oleh Machluk Harahap pada tahun 1978-1992, digantikan lagi oleh mangantar harahap pada tahun 1992-1993, Drs. Tinggi Dalimunthe pada tahun1993, Amir Rajab Harahap pada tahun 1994-1998, Drs. Amiruddin Lubis pada tahun 1998-2000, Kamaruddin Nasution pada tahun 2000-2003, Drs. Muchlis Lubis pada tahun 2003-2008, Drs. Syaifudin Hasibuan pada tahun 2008-2014, Drs. M.Taufik Hidayah pada tahun 2014 sampai sekarang.

2.      Letak Geografis SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

SMA Negeri 1 Batang Angkola terletak di Jln. Mandailing Km 18 kelurahan Pintupadang  Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, sekolah ini berbatasan dengan:

Sebelah Timur berbatasan dengan sawah penduduk sekitar

Sebelah Barat berbatasan dengan rumah dinas camat dan rumah penduduk

Sebelah Selatan berbatasan dengan kebun penduduk

Sebelah Utara berbatasan dengan sawah dan SKB[1]

3.      Visi dan Misi SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten tapanli selatan

a.       Visi SMA Negeri 1 Batang Angkola adalah membentuk insan Beriman, Cerdas, dan Berprestasi (Berdasi)

b.      Misi SMA Negeri 1 Batang Angkola :

1)      Melaksanakan proses pembelajaran yang mencerdaskan

2)      Mengembangkan potensi peserta didik untuk berprestasi

3)      Membina peserta didik berperilaku baik

4)      Menanamkan budaya belajar dan disiplin bagi warga sekolah

4.      Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Adapun struktur organisasi SMA Negeri 1 Batang Angkola sebagai berikut

Kepala Sekolah

Drs.H.M.Taufik Hidayah

 

 

 
:

 

 

 

 

A.     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Struktur Organisasi di atas dapat di perjelas dari keteragan tabel berikut:          

Tabel 1

Penjelasan Struktur Orgnisasi

 

No

Nama

Jabatan

1

Drs. H. M. Taufik Hidayah

Kepala Srekolah

2

Nini Andriany Hsb, S.Pd

W. Kabid Kurikulum

3

Muhammad Najib, S.Pd

W. Kabid Kesiswaan

4

Drs. Marwan Lubis

W. Kabid Prasarana

5

Dra. Nurdiana Hsb

W. Kabid Humas

6

Dra. Ummi Kalsum Hsb

Wali Kelas X MIA I

7

M. Setiawan Sofyan Nst

Wali Kelas X MIA II

8

Hardo, S.Pd

Wali Kelas X MIA III

9

Asni Masliana Nst

Wali Kelas X MIA IV

10

Azwar Indra Hrp, S.Pd

Wali Kelas X IIS I

11

Drs. Toli Siregar

Wali Kelas X IIS II

12

Dra. Nurdiana Hsb

Wali Kelas X IIS III

13

Dra. Erlis Suriyani Nst

Wali Kelas X IIS IV

14

Irwan, S.Pd

Wali Kelas XI MIA I

15

Yusrani Ritonga, S.Pd

Wali Kelas XI MIA II

16

Mustawiyah

Wali Kelas XI MIA III

17

Dta. Nurtjahjani Putri

Wali Kelas XI MIA IV

18

Tiaminah Hsb

Wali Kelas XI IIS I

 

19

Maswarni, S.Pd

Wali Kelas X I IIS II

20

Antoni Pasaribu

Wali Kelas XI IIS III

21

Amas Said

Wali Kelas XI IIS IV

22

Linda Sari, S.Pd

Wali Kelas XII MIA I

23

Ahmad Sarifuddin

Wali Kelas XII MIA II

24

Anni Khadijah, S.Pd

Wali Kelas XII MIA III

25

Andi Hotman, S.Pd

Wali Kelas XII MIA IV

26

Armawati, S.Pd

Wali Kelas XI IIS I

 

27

Julida Hastuti Hrp, S.Pd

Wali Kelas XII IIS II

 

28

Nurlatifah Matondang

Wali Kelas XII IIS III

 

29

Erwina, S.Ag

Wali Kelas XII IIS IV

 

Sumber data: File SMA Negeri 1 Batang Angkola Thn 2019

 

5.      Keadaan Guru SMA Negera 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Tabel 2

Nama-Nama Guru SMA Negeri I Batang Angkola

Kabupaten Tapanuli Selatan

 

No

NAMA

JENIS KELAMIN

BIDANG  STUDI/JABATAN

1

Drs. H.M Taufik Hidayah

L

Kepala Sekolah

2

Dra. Nurdiana Hasibuan

P

PAI/Wakasek Humas

3

Dra. Nurtjahjani Putri

P

Kimia

4

Nurlatifah Matondang, S.Pd

P

Geografi

5

Armawati, S.Pd

P

PKN

6

Asrul Efendi Daulay

L

B.Indonesia

7

Mustawiyah

P

Matematika

 

8

Ahmad Sarifuddin

L

Matematika

9

Siti Rahma

P

Ekonomi

10

Dra. Ummi Kalsum Hasibuan

P

Matematika

11

Tiaminah Hasibuan

P

Sejarah

12

Nurhayat

P

Ekonomi

13

Amad Said

L

Keterampilan

14

Siti Madinah

P

BP/BK

15

Antoni Pasaribu

L

Sejarah

16

Andi Hotman, S.Pd

L

Bahasa Inggris

17

Efrina Harahap

P

BP/BK

18

Guntur Tarigan

L

Penjaskes

19

Syafaruddin

L

Seni Budaya

20

Drs. Tolli Siregar

L

Sosiologi

21

Irwan, S.Pd

L

PKN

22

Drs. Marwan Lubis

L

Sosiologi/Waka Sarpras

23

Anni Khadijah. S.Pd

P

Biologi

24

Dra. Erlis Suryani Nasution

P

Kimia

25

Linda Sari, S.Pd

P

Biologi

26

Yusrani Ritonga, S.Pd

P

Fisika

27

Yulia Afera Siregar

P

Fisika

 

28

Erwina. S.Ag

P

PAI

29

Nini Adriyani Hasibuan

P

Biologi/Waka Kurikulum

30

Hardi. S.Pd

L

Bahasa Imgris

31

Julida Hastuti Harahap, S,Pd

P

Bahasa Inggris

32

Maswarni, S.Pd

P

Matematika

33

Asni Masliani Dalimunthe

P

Kimia

34

Azwar Indra Harahap

L

Geografi

35

Panaekan Siregar, S.Pd

L

Penjaskes

36

Muhammad Setiawan sofyan Nst

L

Seni Budaya

37

Muhammad Najib, S.Pd. I

L

PAI/Waka Kesiswaan

38

Wildan Mufti Hrp, S.Pd

L

Ka. Lab Komputer

39

Tri Putri, S.Pd

P

BK

40

Karina Hajar Hutasuhut

P

Matematika

41

Sri Endang Herawati Hrp, SE

P

STAF TU

42

Rahmat Pahmi

L

STAF TU

43

Desber Marjan Saragi, SE

L

Operator

44

Yenni Purwati, SE

P

STAF TU

45

Aprilla Sri Wahyuni Srg, S.Pd

P

Matematika

46

Nurholila Galingging

P

PKN

47

Purnama Siregar, S.Pd

P

Bahasa Indonesia

48

Henni Meriani

P

TIK

49

Lisda Astria

P

PAK

50

Hotmaida Hasibuan

P

Bahasa Inggris

51

Sakinah Daulay

P

Bahasa Inngris

52

Wildan Hamid

L

Penjaga Sekolah

53

Nawawi Sipahutar

L

Satpam

54

Tamaruddin

L

Tamanisasi

55

Yosi Isna Revina Matondang

P

Bahasa Indonesia

56

Ervi Lutfi Sheila Wani

P

Kimia/Sejarah

57

Zulhamuddin

L

Satpam

58

Absar Ardiansyah

L

STAF TU

Sumber data: File SMA Negeri 1 Batang Angkola Thn 2019

6.      Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Dalam proses belajar mengajar siswa merupakan faktor pendidikan yang merupakan sasaran pendidikan yang akan dibimbing dan motivasi. Oleh kareta itu, kedudukan siswa dalam pembelajaran sangat penting. Adapun data siswa SMA Negeri 1 Batang Angkola sebagai berikut:

Tabel 3

Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Batang Angkola

Kabupaten Tapanuli Selatan

No

Kelas

Jenis Kelamin

Agama

Lk

Pr

Jumlah

IS

KR

Jumlah

1

X MIA I

7

27

34

34

0

34

2

X MIA II

7

27

34

34

0

34

3

X MIA III

11

23

34

34

0

34

4

X MIA IV

12

23

35

21

14

35

5

X IPS I

11

25

36

36

0

36

6

X IPS II

13

23

36

36

0

36

7

X IPS III

16

19

35

35

0

35

8

X IPS IV

17

19

36

8

28

36

9

XI MIA I

14

19

33

33

0

33

10

XI MIA II

14

21

35

35

0

35

11

XI MIA III

11

22

33

33

0

33

12

XI MIA IV

12

23

35

11

24

35

13

XI IPS I

14

19

33

33

0

33

14

XI IPS II

15

19

34

34

0

35

15

XI IPS III

13

18

31

31

0

35

16

XI IPS IV

20

14

34

8

26

33

17

XII MIA I

9

24

33

33

0

33

18

XII MIA II

13

18

31

31

0

31

19

XII MIA III

14

17

31

31

0

31

20

XII MIA IV

10

22

32

10

22

32

21

XII IPS I

8

16

26

26

0

26

22

XII IPS II

5

22

27

27

0

27

23

XII IPS III

10

18

28

28

0

28

24

XII IPS IV

3

22

25

11

14

25

Jumlah Total

279

502

781

653

128

781

Sumber Data: File SMA Negeri 1 Batang Angkola Thn 2019

7.      Sistem Kerja Guru SMA Negeri 1 BatangAngkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Dalam membantu kegiatan proses belajar mengajar (PBM), maka di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan mempunyai sistem kerja berupa:

a.       Hadir sebelum KBM dimulai (07.15)

b.      Pulang sekolah setelah selesai KBM (14.30)

c.       Mengontrol kebersihan

d.      Mengawasi pelaksanaan kebersihan

e.       Memproses siswa yang terlambat

f.       Mendata siswa yang tidak hadir

g.      Mengimpal tugas-tugas guru yang tidak hadir

h.      Mengusahakan agar KBM berjalan aman dan lancar

i.        Menanda tangani daftar hadir petugas piket

j.        Memeriksa pengisian buku piket, sekaligus menyerahkan kepada kepala sekolah.[2]

8.      Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

 

 

 

 

Tabel 4

Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Batang Angkola

Kabupaten Tapanuli Selatan

 

No

Ruangan

Keterangan

1

Kator Kepsek

1 Ruang

2

Kantor Tu

1 Ruang

3

Kantor Guru

1 Ruang

4

Gudang Kantor

1 Ruang

5

Perpustakaan

1 Ruang

6

Lab. Biologi

1 Ruang

7

Ruang  Komputer

1 Ruang

8

Ruang Belajar

24 Ruang

9

Ruang Ibadah

1 Ruang

10

WC. Siswa

1 Ruang

11

Kamar Mandi

1 Ruang

12

Parkir Roda Dua

1 Tempat

13

Lapangan Bola Basket

1 Tempat

14

Ruang Osis

1 Ruang

15

Kantin Sekolah

2 Tempat

16

Lapangan Volly

1 Tempat

17

Lab. Fisika

1 Ruang

18

Pos Penjaga Sekolah

1 Tempat

Sumber Data: File SMA Negeri 1 Batang AngkolaThn 2019[3]

B. Temuan Khusus

1)      Bagaimana Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

a)    Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

Adapun hasil observasi yang dilakukan peneliti di sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Kapanuli Selatan, bahwa peranan yang dilakukan kepala sekolah sudah berjalan dengan baik, kerena kepala sekolah membuat program pengembangan Pendidikan Agama Islam yang di bimbing oleh guru Pendidikan Agama Islam agar program yang buat oleh kepala sekolah mencapi tujuan yang di harapkan.[4]

“Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Taufik Hidayah, selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, menyatakan bahwa beliau membuat program pengembangan Pendidikan Agama Islam yaitu  sebagai berikut:

1.   Sholat berjamaah dilaksanakan setiap hari di sekolah kecuali pada hari jum’at, Sholat berjamaah ini dilaksanakan oleh semua warga sekolah. Minggu pertama yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mulai dari kelas X sampai kelas XII, dan minggu kedua Yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mulai dari kelas X sampai kelas XII yang dokoordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam, guru piket, dan guru bimbingan konseling yang ada di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2.   Kultum dilaksanakan setiap hari  pada  istirahat ke dua yaitu siswa\siswi SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam.

3.   Sholat Dhuha dilaksanakan setiap hari pada istirahat pertama yaitu siswa\siswi  SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam.

4.   Kegiatan ekstrakurikuler seni baca Al- qur’an di laksanakan setiap hari selasa, yaitu siswa\siswi yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut yang di koordinator guru Pendidikan Agama Islam oleh Nurdiana Hasibuan.

 Kegiatan ekstrakurikuler syarhil qur’an dilaksanakan setiap hari kamis, yaitu siswa\siswi yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut yang di koordinator guru Pendidikan Agama Islam oleh Erwina Harahap.

5.   Hapalan surah pendek di setor  pada setiap jam pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu siswa\siswi  mulai dari kelas X sampai kelas XII baik yang jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) maupun yang jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan surah yang ingin di setor sesui dengan surah yang telah

6.   Malam bina iman dan taqwa dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan setiap semester ganjil , yaitu  semua siswa\siswi  kelas X baik jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) maupun yang jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam SMA.

7.   Ramadhan center dilaksanakan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan setiap pada bulan Ramadhan, yaitu siswa\siswi utusan dari kelas X dan XI yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam.

8.   MTQ kecamatan di laksanakan setiap bulan pebruari sampai maret, Yaitu siswa\siswa utusan dari sekolah yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam.

10. Manasik haji di laksanakan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan maret, yaitu semua kelas XII, yang di koordinator oleh guru Pendidikan Agama Islam.[5]

 

b)   Kepala Sekolah Sebagai Motivator

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, bahwa kepala sekolah telah menjalankan perannya sebagai motivator sesuai dengan yang dikatakan guru Pendidikan Agama Islam, bahwa bapak kepala sekolah sering memberikan motivasi kepada bawahannya termasuk kepada guru dan siswa\siswinya.[6]

“ Adapun hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan  Nurdiana Hasibuan, awalnya SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, belum mempunyai program Pendidikan Agama Islam dan bisa dikatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam nya kurang baik. Tetapi setelah bapak  Taufik Hidayah menjabat sebagai kepala sekolah di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, mutu Pendidikan Agama Islam jauh lebih baik dari sebelumnya, dan peranan kepala sekolah sebagai motivator membuat siswa\siswi lebih terampil dan aktif, sehingga program pengembangan pendidikan agama Islam yang sudah di buat oleh kepala sekolah  berjalan dengan baik dan di minati oleh siswa\siswinya”.[7]

 

c)    Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

                                Adapun hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, bahwa kepala sekolah sering mendatangi atau sekedar lewat di depan kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung ataupun maupun pada saat kegiatan program pengembangan Pendidikan Agama Islam berlangsung.[8]

“ Adapun hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan   Nurdiana Hasibuan di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, bahwa  kepala sekolah sudah menjalankan perannya sebagai supervisor. Kepala sekolah sebagai supervisor berkewajiban untuk memberikan pembinaan atau melakukan pengawasan kepada guru dan siswa\siswina. bapak kepala sekolah sering melakukan supervisi secara langsung, bapak kepala sekolah terkadang secara tiba-tiba datang mengunjungi kelas untuk mengontol guru dan siswa\siswinya yang sedang melakukan proses belajar mengajar maupun program kegian pengembangan Pendidikan Agama Islam yang di lakukan di sekolah dan berjalan dengan baik karena kepala sekolah slalu mengontrol siswa\siswi nya supaya lebih aktif. [9]                                                                Menanggapi hal yang sama kepala sekolah juga mengatakan bahwa beliau sering mengunjungi kelas pada saat jam pelajaran maupun pada saat kegiatan program pengembangan Pendidikan Agama Islam berlangsung, dengan tujuan agar kepala sekolah mengetahui apakah guru dan siswa\siswinya melakukan proses belajar mengajar dengan baik.[10]

 

d)     Kepala Sekolah Sebagai Administrator

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa peranan kepala sekolah sebagai administrator sudah baik hal ini sesuai dengan hasil wawncara dengan Nurdiana beliau mengatakan bahwa Bapak kepala sekolah sudah dapat mengelola dengan baik admimistrasi saran prasarana disekolah ini sudah optimal kegunaanya juga bisa dilihat dari potensi alam yang mendukung yaitu adanya pepohonan yang ditanam disekiytar sekolah, biinga-bunga di depan setiap ruangan sehingga menjadikan lingkungan sekolah ini menjadi nyaman kemudian dibagian adminnistrasi persuratan atau pemberkasan dalam kemampuan mengelola administrasi persuratan, kepala sekolah sangat teliti, cermat dan cepat mendapatkan informasi dari dinas pendidikan.[11]

Senada dengan pendapat  Nurdiana di atas, kepala sekolah juga mengatakan bahwa sebagai administrator sanga diperlukan karena kegiatan di sekolah tidak lepas dari pengelolan administrasi yang bersifat pencatatan dan pendokumentasian semua program sekolah. Saya juga sebagai kepala sekolah harus memahami dan mengelola kurikulum, peserta didik dan prasaran itu harus dilakukan secara teliiti dan bagis agar administrasi sekolah tertata dan terlaksana dengan baik. Terlebih lafi dibagian keuangan, saya harus hati-hati dan bersifat terbuka agar tik timbul kecurigaan baik dari guru-guru, staff dari masyarakat atau orangtua murid. [12]

e)      Kepala Sekolah Sebagai Mananger

Kepala sekolah sebagai menejer harus mampu merencanakan setiap tindakan yang di terapkan di sekolah, sebaiknya setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak boleh terlepas dari perencanaan, sebab semuakegiatan sekolah bisa sukses karena pada umumnya direncanakan dengan matang. Kepa sekolah yang di bantu staff dan guru-guru mengadakan musyawarah untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi di sekolah dalam proses belajatr mengajar. Musyawarah merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan-permasahan yang berhubungan denga sekolah, terutama demi kemajuan sekolah.[13]

Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan bahwa peranan kepla sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan bahwa kepala sekolah sebagai sudah menjalankan perannya sebagai pemimpin, motivaror, administrator, supervisor, dan mananger sehingga peranan kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2)      Peranan Kepala Sekolah dapat Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

Adapun hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, bahwa dengan peranan kepala sekolah tersebut, mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam jauh lebih meningkat dari sebelumnya, baik dari segi minat, kemampuan, keaktifan, dan prestasi siswa\siswinya. [14]

“Adapun hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Nurdiana Hasibuan, bahwa Peranan kepala sekolah mutu pembelajaran pendidikan agama Islam berjalan dengan baik, dan program pengembangan pendidikan agama Islam yang di buat oleh kepala sekolah membuat siswa\siswinya mempunyai keahlian dibidang keagamaan yang di ikutinya dan mampu bersaing dengan sekolah yang lain.[15]

Adapun aspek-aspek yang dilihat dari temuan khusus ini antara lain sebagai berikut

1.    Dilihat dari segi minat, melalui peranan kepala sekolah dengan program-program yang telah dilakukan siswa semakin giat dan tertarik dalam proses pembelajaran.

2.    Dari segi kemampuan, melalui peranan dan program yang dilakukan kepala sekolah kemampuan siswa juga semakin meningkat hal ini terbukti melalui kegiatan sholat berjamaah, kultum, seni baca quran, hapalan surah pendek siswa semakin berani tampil secara bergantian.

3.    Dari segi keaktifan, melalui peranan dan program kepala sekolah juga keaktifan siswa dalam program-program yang dijalankan semakin meningkat, hal ini terbukti dari kegiatan yang dilakukan siswa aktif bertanya, memberikan pendapat atau masukan baik dalam proses belajar mengajar ataupun dalam kegiatan ekstrakulikuler.

4.    Dari segi prestasi, melalui program kepala sekolah juga dalam kegiatan-kegiatan atau perlombaan dalam bidang keagaaman seperti seni baca quran dan syarhil quran sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Hal ini terbukti dalam perlombaan tersebut SMA Negeri 1 Batang Angkola baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten sering mendapat juara.

 

B.     Keterbatasan Penelitian

Seluruh rangkaian penelitian telah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang telah diterapkan dalam metodologi penelitian. Hal ini dimaksudkan agar hasil yang diperoleh benar-benar objektif dan sistematis. Namun dengan demikian untuk mendapatkan hasil yang sempurna dari penelitian sangat sulit karena berbagai keterbatasan.

Keterbatasan-keterbatasan peneliti tersebut anatara lain sebagai berikut:

1.      Masalah data yang dibutuhkan dalam penelitian. Misalnya informan dalam menjawab pertanyaan yang terdapat pada daftar pertanyaan, tidak dapat peneliti menjamin kejujuran dan objektivitas mereka.

2.      Pada saat pertama  saya penelitian kepala sekolah tidak ada di lokasi penelitian sehingga wawancara pertama dialihkan kepada guru Pendidikan Agama Islam yaitu Nurdiana Hasibuan.

3.      Setelah saya selesai wawancara dengan Nurdiana Hasibuan, di hari selanjutnya saya langsung  wawancara dengan kepala sekolah yaitu  Taufik Hidayah.

Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang telah peneliti susun sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang ada. Tentu saja dalam penyusunanya didasarkan atas ilmu penelitian yang telah dipelajari peneliti selama ini. Berbagai penjelasan dari literatur dan realitas di lapangan dipadukan untuk menjamin validitasnya. Namun peneliti sadari bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, baik yang  berupa ayat qouliyah (ucapan) maupun kauniyah (penciptaan). Karena itu tentu masih ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki guna menyusun peneliti lebih lanjut dengan hasil yang telah baik dari sekarang.

 

 

 

 



[1] Sumber Data: File SMA Negeri 1 Batang Angkola Thn 2019

[2]Observasi, Sistem Kerja di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan pada tanggal 03 September 2019.

[3]Observasi, Sistem Kerja di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan pada tanggal 03 September 2019.

 

[4]Observasi, di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tanggal 04 September 2019`

[5] Taufik Hidayah, Kepala SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 05 September 2019

[6]Observasi, di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tanggal 07 September 2019`

[7] Nurdiana Hasibuan, guru PAI SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 09 September 2019

[8]Observasi, di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tanggal 10 September 2019`

[9] Nurdiana Hasibuan, guru PAI SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 11 September 2019

[10]Taufik Hidayah, Kepala SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 14 September 2019

[11]Nurdiana Hasibuan, guru PAI SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 17 September 2019

[12]Taufik Hidayah, Kepala SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 18 September 2019

[13]Nurdiana Hasibuan, guru PAI SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 17 September 2019

[14]O0bservasi, di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tanggal 16 September 219

[15]Nurdiana Hasibuan, guru PAI SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Wawancara, pada tanggal 17 September 2019


BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...