PERANAN
KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI
SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA
KABUPATEN
TAPANULI SELATAN
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu
Penelitian
Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Batang Angkola Desa Pintupadang kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan.. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah mulai dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan September 2019.
B.
Jenis dan
Metode Penelitian
Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode
kualitatif adalah proses penelitian untuk menghasilkan data deskriptif yaitu
penjelasan baik tertulis maupun tidak tertulis dengan perilaku orang-orang yang
diteliti.[1]
Untuk
mendapatkan data dan berbagai keterangan yang diperlukan dalam pembahasan
proposal ini tidak terlepas dari metode dan cara untuk mendapatkan data
keterangan yang dimaksud. Metode ini dijadikan untuk mendiskripsikan bagaimana peranan
kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan
apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan.
C.
Subjek
Penelitian
Subjek
penelitian adalah informan penelitian, yaitu sumber tempat untuk mendapatkan
informasi atau keterangan tentang data yang diinginkan peneliti yang berkaitan
dengan sebuah penelitian yang dilakukan. Untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan, maka yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala
Sekolah, dan guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola
Kabupaten Tapanuli Selatan.
D. Sumber Data Penelitian
Dalam kegiatan
penelitian yang menjadi sumber data pada penelitian ini adalah yang dijadikan
sebagai subjek yang berkompeten dan mempunyai relevansi dengan penelitian.
Sumber data penelitian ini sebagai berikut:
1.
Sumber data
primer adalah sumber data utama dalam penelitian ini. Adapun sumber data primer
yang dibutuhkan dalam penyusunan penelitian ini adalah data yang diperoleh dari
informan, baik data tersebut berupa dokumen ataupun hasil wawancara yang
dilakukan peneliti dengan informan. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
2.
Sumber data
skunder adalah sumber data pendukung yang diperoleh dari hasil pengamatan
peneliti sendiri di lapangan baik yang menyangkut peranan kepala sekolah dalam
meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diperoleh dari guru Pendidikan
Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola
Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam menunjang
data di atas penulis menggunakan literature yang berhubungan dengan pokok
permasalahan yang dibahas.
D.
Instrument Penelitian
Instrument pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.
Observasi
Observasi yaitu
teknik pengumpulan yang mengharuskan penelitian ke lapangan mengamati hal-hal
yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, tujuan
dan perasaan.[2]
Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung
tentang peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA
Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
Terkait tentang
hal ini, peneliti turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana, peranan
kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan
apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam
menggunakan observasi sebagai berikut:
a.
Mengamati
situasi dan kondisi di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
b.
Memperhatikan
dan melihat langsung bagaimana peranan kepala sekolah dalam Pendidkan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
c.
Mengamati sarana
dan prasarana di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
2.
Wawancara
d.
Wawancara
adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya
jawab sekilas tentang peranan kepala sekolah dalam Pendidkan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, sambil
bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancara.[3]
Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara langsung kepada Kepala Sekolah untuk
mencari data detail mengenai sejarah berdirinya sekolah dan Guru Pendidikan
Agama Islam bertujuan untuk mencari
mengenai peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan
Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten
Tapanuli Selatan.
Langkah-langkah
yang akan ditempuh dalam menggunakan teknik wawancara sebagai berikut:
a.
Membuat
persiapan untuk wawancara baik teknis maupun non teknis.
b.
Membuat pedoman
wawancara yang bersifat sementara, sebab kemungkinan materi, cara atau teknik,
sarana dan prasarana dalam pedoman wawancara akan berkembang di lapangan sesuai
dengan situasi dan kondisi yang tercipta.
c.
Mencatat setiap
hasil wawancara yang dilakukan berupa, pencatatan langsung yang dilakukan di
lapangan, pencatatan ulang di rumah yang dilakukan saat kembali
dari tempat penelitian tersebut.
3. Studi
Dokumentasi
Dokumen
merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), karya-karya
monumental, yang semuanya itu memberikan informasi untuk proses penelitian.[4]
Dokumen yang berkaitan dengan penelitian
ini adalah berupa catatan mengenai sejarah SMA Negeri
1 Batang Angkola serta gambar yang didokumentasikan mengenai peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran
Pendidikan Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat
meningkatkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang
Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
E.
Teknik
Pengolahan dan Analisis Data
Teknik
pengelolahan dan analisis data ialah proses menyusun data yang diperoleh dari
lapangan penelitian, selanjutnya ditelaah, diperiksa keabsahaan datanya
selanjutnya ditafsirkan untuk member makna pada analisis data yang dilaksanakan,
yaitu:
1.
Klasifikasi
data, yaitu menyeleksi data dan mengelompokkannya sesuai dengan topik-topik
pembahasan.
2.
Reduksi data,
yaitu memeriksa kelengkapan data untuk mencari data yang masih kurang dan
mengesampingkan yang tidak relevan.
3.
Deskripsi data,
yaitu menguraikan data secara sistematis, induktif, dan deduktif sesuai dengan
sistematika pembahasan.
4.
Penarikan
kesimpulan, yaitu menerangkan uraian-uraian penjelasan ke dalam susunan yang
singkat dan padat.[5]
Jadi teknik
analisis data ini adalah mengumpulkan sejumlah data kemudian mengambil data
yang berkaitan dengan masalah sehingga gambaran hasil pengamatan dan wawancara
dapat diperoleh dan memaparkannya lalu disusun dan disimpulkan.
F.
Teknik
Penjamin Keabsahan Data
Pada penelitian
kualitatif factor keabsahan data sangat diutamakan. Kredibilitas hasil
penelitian tergantung pada abasah tidaknya data yang didapatkan dan
ditampilkan. Untuk menetapkan keabsahan data para pakar membuat standar
validitas yang meliputi:
1. Perpanjangan waktu penelitian, yaitu peneliti bergabung dan membina
keterkaitan dengan yang diteliti dengan waktu semaksimal mungkin sehingga dalam
mengumpulkan data dan informasi tentang fokus penelitian dapat diperoleh secara
sempurna.
2. Ketekunan pengamatan, yaitu data diperoleh melalui ketekunan dalam
mengadakan pengamatan di lapangan denga nmengandalkan penglihatan, pendengaran,
dan perasaan peneliti. Peneliti melakukan pengamatan untuk menemukan
unsur-unsur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti dan memusatkan
perhatian pada permasalahan tersebut.
3. Melakukan teriangulasi yaitu tekhnik pemeriksaan keabsahan data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan
atau sebagai pembanding terhadap suatu data.[6]
Teknik
triangulasi yang dipakai pada penelitian ini berarti membandingkan dan mengecek
balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat
yang berbeda dalam metode kualitatif.
a.
Membandingkan
data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
b.
Membandingkan
apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara
pribadi.
c.
Membandingkan
apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang
dikatakannya sepanjang waktu.
d.
Membandingkan
keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang.
e.
Membandingkan
hasil wawancara dengan isu suatu dokumen yang berkaitan.[7]
[1]Lexy
J.
Moelong, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta : Remaja Rosdakarya,
1999), hlm. 30.
[2]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian
Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Ptkdan Penelitian Pengembangan,
(Bandung: Citapustaka Media, 2015), hlm. 120.
[3]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode
Penelitian .., hlm. 127.
[5]Lexy
J.
Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 37.
[6]Lexy
J.
Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 37.
[7]Lexy
J.
Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 178.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar