Minggu, 26 Juni 2022

BAB III PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA KABUPATEN TAPANULI SELATAN

 

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA

KABUPATEN TAPANULI SELATAN


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.    Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Batang Angkola Desa Pintupadang  kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah mulai dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan September 2019.

B.     Jenis dan Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode kualitatif adalah proses penelitian untuk menghasilkan data deskriptif yaitu penjelasan baik tertulis maupun tidak tertulis dengan perilaku orang-orang yang diteliti.[1]

Untuk mendapatkan data dan berbagai keterangan yang diperlukan dalam pembahasan proposal ini tidak terlepas dari metode dan cara untuk mendapatkan data keterangan yang dimaksud. Metode ini dijadikan untuk mendiskripsikan bagaimana peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

 

C.    Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah informan penelitian, yaitu sumber tempat untuk mendapatkan informasi atau keterangan tentang data yang diinginkan peneliti yang berkaitan dengan sebuah penelitian yang dilakukan. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, maka yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, dan guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

D.  Sumber Data Penelitian

Dalam kegiatan penelitian yang menjadi sumber data pada penelitian ini adalah yang dijadikan sebagai subjek yang berkompeten dan mempunyai relevansi dengan penelitian. Sumber data penelitian ini sebagai berikut:

1.      Sumber data primer adalah sumber data utama dalam penelitian ini. Adapun sumber data primer yang dibutuhkan dalam penyusunan penelitian ini adalah data yang diperoleh dari informan, baik data tersebut berupa dokumen ataupun hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2.      Sumber data skunder adalah sumber data pendukung yang diperoleh dari hasil pengamatan peneliti sendiri di lapangan baik yang menyangkut peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diperoleh dari guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam menunjang data di atas penulis menggunakan literature yang berhubungan dengan pokok permasalahan yang dibahas. 

D.    Instrument Penelitian

Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1.      Observasi

Observasi yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan penelitian ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan.[2] Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung tentang peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

Terkait tentang hal ini, peneliti turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana, peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

 Langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan observasi sebagai berikut:

a.       Mengamati situasi dan kondisi di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

b.      Memperhatikan dan melihat langsung bagaimana peranan kepala sekolah dalam Pendidkan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

c.       Mengamati sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2.      Wawancara

d.      Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sekilas tentang peranan kepala sekolah dalam Pendidkan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancara.[3] Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara langsung kepada Kepala Sekolah untuk mencari data detail mengenai sejarah berdirinya sekolah dan Guru Pendidikan Agama Islam  bertujuan untuk mencari mengenai peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam menggunakan teknik wawancara sebagai berikut:

a.       Membuat persiapan untuk wawancara baik teknis maupun non teknis.

b.      Membuat pedoman wawancara yang bersifat sementara, sebab kemungkinan materi, cara atau teknik, sarana dan prasarana dalam pedoman wawancara akan berkembang di lapangan sesuai dengan situasi dan kondisi yang tercipta.

c.       Mencatat setiap hasil wawancara yang dilakukan berupa, pencatatan langsung yang dilakukan di lapangan, pencatatan ulang di rumah yang dilakukan saat kembali dari tempat penelitian tersebut.

3. Studi Dokumentasi

          Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi untuk proses penelitian.[4]

Dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini adalah berupa catatan mengenai sejarah SMA Negeri 1 Batang Angkola serta gambar yang didokumentasikan mengenai peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan apakah dengan peranan kepala tersebut dapat meningkatkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

E.     Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik pengelolahan dan analisis data ialah proses menyusun data yang diperoleh dari lapangan penelitian, selanjutnya ditelaah, diperiksa keabsahaan datanya selanjutnya ditafsirkan untuk member makna pada analisis data yang dilaksanakan, yaitu:

1.      Klasifikasi data, yaitu menyeleksi data dan mengelompokkannya sesuai dengan topik-topik pembahasan.

2.      Reduksi data, yaitu memeriksa kelengkapan data untuk mencari data yang masih kurang dan mengesampingkan yang tidak relevan.

3.      Deskripsi data, yaitu menguraikan data secara sistematis, induktif, dan deduktif sesuai dengan sistematika pembahasan.

4.      Penarikan kesimpulan, yaitu menerangkan uraian-uraian penjelasan ke dalam susunan yang singkat dan padat.[5]

Jadi teknik analisis data ini adalah mengumpulkan sejumlah data kemudian mengambil data yang berkaitan dengan masalah sehingga gambaran hasil pengamatan dan wawancara dapat diperoleh dan memaparkannya lalu disusun dan disimpulkan.

F.     Teknik Penjamin Keabsahan Data

Pada penelitian kualitatif factor keabsahan data sangat diutamakan. Kredibilitas hasil penelitian tergantung pada abasah tidaknya data yang didapatkan dan ditampilkan. Untuk menetapkan keabsahan data para pakar membuat standar validitas yang meliputi:

1.      Perpanjangan waktu penelitian, yaitu peneliti bergabung dan membina keterkaitan dengan yang diteliti dengan waktu semaksimal mungkin sehingga dalam mengumpulkan data dan informasi tentang fokus penelitian dapat diperoleh secara sempurna.

2.      Ketekunan pengamatan, yaitu data diperoleh melalui ketekunan dalam mengadakan pengamatan di lapangan denga nmengandalkan penglihatan, pendengaran, dan perasaan peneliti. Peneliti melakukan pengamatan untuk menemukan unsur-unsur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti dan memusatkan perhatian pada permasalahan tersebut.

3.      Melakukan teriangulasi yaitu tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap suatu data.[6]

Teknik triangulasi yang dipakai pada penelitian ini berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.

a.       Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

b.      Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.

c.       Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

d.      Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang.

e.       Membandingkan hasil wawancara dengan isu suatu dokumen yang berkaitan.[7]



[1]Lexy J. Moelong, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta : Remaja Rosdakarya, 1999), hlm.  30.

[2]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Ptkdan Penelitian Pengembangan, (Bandung: Citapustaka Media, 2015), hlm. 120.

[3]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian .., hlm. 127.

                [4] Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian …, hlm. 149-152

[5]Lexy J. Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 37.

[6]Lexy J. Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 37.

[7]Lexy J. Moelong, Metode Penelitian …, hlm. 178.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...