Sabtu, 25 Juni 2022

BAB II PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1

 PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMA NEGERI 1 


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teoritis

1. Peranan Kepala Sekolah

a. Pengertian Kepala Sekolah

Kepala sekolah merupakan kata majemuk yang berbentuk dari golongan kata kepala yang berarti pemimpin yaitu orang yang memimpin satu sekolah atau yang memimpin lembaga pendidikan.[1]Kepala sekolah merupakan faktor penentu dalam sukses atau gagalnya suatu organisasi atau usaha, kualitas kepala sekolah menentukan keberhasilan lembaga atau organisasinya.[2]Sebab kepala sekolah perubahan yang tiba-tiba dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Kepala sekolah juga merupakan pengerak waktu terlaksananya suatu kegiatan dalam mencapai tujuan yang di inginkan untuk memungkinkan tercapainnya yang dimaksud dan tujuan tersebut seorang kepala sekolah harus melakukan berbagai fungsi kepala sekolah, tanpa fungsi-fungsi ini seseorang yang menduduki posisi ini kepala sekolah tak ada artinya bagi kelompok.

 

 

 

 

Penegasan guru sebagai kepala sekolah adalah sebagai berikut:

a)      Membimbing

1)      Bahwa guru dapat diberikan tugas sebagai kepala sekolah untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidian.

2)      Bahwa peraturan mentri pendidikan nasional NO 28 Tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/ madrasah sudah tidak sesuai dengan dinamika perkembangan pengelolaan pendidikan nasional, sehingga perlu diganti.

3)      Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana di maksud dalam No 1 dan 2, perlu menetapkan perturan mentri pendidikan dan kebudayaan tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

b)      Menetapkan

1)      Kepala sekolah adalah guru guru yang diberi yugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejurun (SMK), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), atau sekolah Indonesia di Luar Negeri.

2)      Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta menili dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

3)      Kompetensi adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang melekat pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

4)      Pensisikan dan pelatihan calon kepala sekolah adalah penyiapan kompetensi calon kepla sekolah untuk memantapkan wawasa, pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampila dalam memimpin sekolah.

5)      Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah program dan kegiatan penngkatan pengetahuan, keterapilan, dansikap profesional kepala sekolah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap dan berkesinambungan terutama utuk penngkatan manajemen, pengembangan kewirausahaan dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.

6)      Dinas provinsi adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di daerah kabupaten/kota.

7)      Dinas kabupaten/kota adalah dinas ang bertanggungjawab di bidang pendidikan di daerah kabupaten/kota.

8)      Sekolah indonesia di luar negeri yang selanjutnya disebut SILN adalah satuan pendidikan pada jalur formal yang diselenggarakan di luar negeri.

9)      Lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah yang selanjutnya disebut LPPKS adalah pelaksanaan unit di lingkungan direktorat jenderal yang mengenai pendidik dan tenaga kependidikan.

10)  Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

11)  Direktur jendral adalah direktur jendral yang bertanggungjawab dalam pembinan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan kementerian.[3]

 

Defenisi kepala sekolah mempunyai bermacam-macam pengertian dapat disebutkan di bawah ini sebagai berikut:

a.    Kepala sekolah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan sehingga dia mampu mempengaruhi guru-guru lain untuk bersama-sama melaksanakan aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

b.    Henry Part Hill menyatakan bahwa kepala sekolah  dalam pengertian yang luas adalah seseorang yang memimpin dengan jalan memprakarsai atau mengontrolusahadan upaya orang lain, melalui prestise, kekuasaan atau posisi dalam sebuah lembaga.

c.    Pengertian yang terbatas, kepala sekolah adalah orang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas dengan persuasifnya dan akseftensi penerimaan suka rela oleh para pengikutnya.

d.   Jhon Gagne Alle menyatakan: leader aquide, aconductor, acon maneler (Kepala sekolah itu ialah pemandu, penunjuk, dan komandan).[4]

 

Dari berbagai defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang kepala sekolah adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus dalam memimpin sebuah lembaga, dan kepala sekolah bertangggung jawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah sebagaimana di kemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 Tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.

b.  Fungsi Kepala Sekolah

Kepala sekolah merupakan penggerak waktu terlaksananya suatu kegiatan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, untuk memungkinkan tercapainya yang dimaksud, dan tujuan tersebut seorang kepala sekolah harus melakukan berbagai fungsi kepala sekolah, tanpa fungsi-fungsi ini seseorang yang menduduki posisi kepala sekolah tak ada artinya bagi kelompok.

Gross mengemukakan bahwa fungsi kepala sekolah yaitu:

a.    Menentukan tujuan

b.    Menjelaskan

c.    Melaksanakan

d.   Memilih cara yang tepat

e.    Memberikan dan mengkordinasikan tugas

f.     Memotivasi

g.    Menciptakan kesetiaan

h.    Mewakili kelompok

i.      Merangsang para anggota untuk bekerja.[5]

 

Menurut Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi juga mengemukakan bahwa fungsi kepala sekolah diantaranya adalah:

a. Mengembangkan dan menyalurkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat, baik secara perorangan maupun kelompok tau orgainisasi lembaga dalam menetapkan keputusan (decion makna) yang mampu memenuhi aspirasi dalam kelompok atau organisasi. Dengan demikian kepusan dipandang sebagi sesuatun yang patut atau tepat untuk dilaksanakan oleh setiap anggota dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

b. Mengembangkan suasana kerja sama yang efektif dan memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap kemampuan dirinya sendiri dan kesetiaan menghargai orang lain sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga mampu memainkan peranan yang tepat dan ikut serta memberikan sumbangan terhadap usaha pencapaian tujuan, baik secara perorangan maupun melalui proses kerja sama.

c. Mengusahakan dan mendorong terjadinya pertemuan pendapat atau buah pikiran dengan sikap harga-menghargai sehingga timbul perasaan ikut terlibat dalam kegiatan organisasi dan perasaan bertanggung jawab atas terwujudnya pekerjaan masing-masing sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan.

d. Membantu menyelesaikan masalah-masalah baik yang dihadapi secara perorangan maupun kelompok dengan membentuk petunjuk dalam mengatasinya sehingga berkembang kesemuaan untuk memecahkan dengan kemampuan sendiri. Termasuk juga dalam hal ini adalah mendorong kemampuan anggota untuk mengatasi masalah peningkatan kesejahteraan dalam menciptakan model kerja yang tinggi.[6]

 

Sesuai dengan cirri-ciri sekolah sebagai organisasi yang komplek dan unik tugas dan fungsi kelompok sekolah seharusnya dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari sisi tertentu kepala sekolah dapat dipandang sebagai pejabat formal, sedangkan dari sisi lain seorang kepala sekolah dapat di pandang sebagi menejer, sebagai pemimpin, sebagai pendidik yang tidak kalah pentingnya kepala sekolah juga berperan sebagai staf. Di kutip dalam buku Ngalim Purwanto menyebutkan bahwa fungsi kepala sekolah adalah:[7]

1) Menyusun rencana dan policy bersama.

2) Mengikutsertakan anggota-anggota kelompok (guru-guru, pegawai) dalam berbagai kegiatan.

3) Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam mengadapi dan memecahkan berbagai macam persoalan.

4) Membangkitkan dan memupuk semangat kelompok, atau memupuk moral yang tinggi kepada anggot kelompok.

5) Mengikutsertakan semua anggota dalam menetapkan keputusan-keputusan.

6) Membagi-bagi dan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada anggota kelompok, sesuai dengan fungsi-fungsi dan kecakapan masing-masing.

7) Mempertinggi daya kreatif pada anggota kelompok.

8) Menghilangkan rasa malu danrasa rendah dirin pada anggota kelompok sehingga mereka berani mengemukakan pendapat demi kepentingan bersama.[8]

 

Sedangkan fungsi utama kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan ialah menciptakan situasi belajar mengajar sehingga guru-guru dapat mengajar dan murid-murid dapat belajar dengan baik. Dalam melaksanakan fungsi tersebut, kepala sekolah memiliki tanggung jawab ganda yaitu melaksanakan administrasi sekolah sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang baik, dan melaksanakan supervise sehingga guru-guru bertambah dalam menjalankan tugas-tugas pengajaran dan dalam membimbing pertumbuhan murid-murid.

Sebagai pemimpin lembaga, kepala sekolah memikul tanggung jawab yang berat, untuk itu kepala sekolah harus memliki persiapan yang memadai. banyaknya tanggung jawab, kepala sekolah memerlukan pembantu, ia hendaknya belajar bagaimana mendelegir wewenang dan bertanggung jawab sehingga ia dapat memusatkan perhatiannya pada usaha-usaha pembinaan program pengajaran.

Orang yang memegang jabatan kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan. Kali ini mungkin benar tetapi kepemimpinan itu sendiri bukanlah fungsi jabatan title kepala sekolah belum menjamin bahwa kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan. Kepala sekolah bekerja bukan hanya mengembangkan dan menyerahkan suatu program pengajaran kepada guru-guru untuk dilaksanakan kepala sekolah sebagai pemimpin resmi harus mampu menggunakan proses-proses demokrasi atas dasar mutu sumbangannya, kepala sekolah bertindak sebagai konsultan bagi guru-guru yang dapat membantu mereka memecahkan permasalahan mereka, kepala sekolah hendaknya berusaha meningkatkan kemampuan staf untuk bekerjadan berpikir bersama.[9]Sebagai seorang pemimpin tentu saja diharapkan memiliki kelebihan-kelebihan daripada orang yang dipimpinnya oleh karena itu, pemimpin pendidikan nantinya selalu berhadapan dengan orang lain dalam konteks social, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa persyaratan pada aspek kepribadian tertentu yakni sebagai berikut:

a.    Memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik

b.    Berpegang teguh pada tujuan yang dicapai

c.    Bersemangat

d.   Cakap dalam member bimbingan

e.    Cepat serta bijaksana dalam mengambil keputusan

f.     Jujur

g.    Cerdas

h.    Cakap didalam hal menaruh kepercayaan yang baik dan berusaha untuk mencapainnya.[10]

          Seorang pemimpin atau kepala sekolah yang baik harus banyak dan pandai bergaul untuk dapat mengerti bawahanya dengan baik, maka hendaknya ia atau kepala sekolah terlebih dahulu mengadakan hubungan yang baik dengan dirinya sendiri.Sehingga seorang pemimpin dapat menempatkan diri pada apa yang dipimpinnya dan dapat mengerti kekurangan-kekurangan serta kelemahan dan berusaha untuk mencari daya upaya untuk menolongnya agar pelaksanaan rencana pendidikan disekolah dapat dipertanggung jawabkan dan sebaiknya pemimpin sekolah dapat menyeleksi dalam menempatkan guru-guru untuk menerapkan prinsip yang baik supaya tercapainya suatu kerjasama yang lebih baik pula.

Pemimpin pendidikan harus memiliki karakter dan kesanggupan untuk mempengaruhi orang lain, mengembangkan usaha kerjasama, mendayagunakan segenap kecakapan guru, pendeknya kepala sekolah adalah seseorang yang dapat membimbing guru-guru secara efesien, yang dapat menanamkan kepercayaan, menstimulir dan membimbing penelitian professional, usaha koperatif yang dapat menunjukkan kemampuannya membantu guru untuk memecahkan masalah atau problem.[11]

 

c. Tugas Kepala Sekolah

Berikut ini adalah tugas kepala sekolah, yaitu :

1.      Membantu orang-orang di dalam masyarakat sekolah, merumuskan tujuan-tujuan pendidikan.

2.      Memperlancar proses belajar mengajar dengan mengembangkan pengajaran yang lebih efektif.

3.      Membentuk atau membangun suatu unit organisasi yang produktif.

4.      Menciptakan iklim dimana kepemimpinan pendidikan dapat bertumbuh dan berkembang.

5.      Memberikan sumber-sumber yang memadai untuk pengajaran yang efektif.

Disamping tugas-tugas di atas, kepala sekolah juga bertugas sebagai administrator, adapun tugas dan tanggung jawab kepala sekolah adalah sebagai berikut:

1.      Menguasai garis-garis besar program pengajaran (GBPP).

2.      Bersama-sama guru menyusun program sekolah untuk satu tanhun kegiatan.

3.      Menyusun jadwal pelajaran.

4.      Mengkoordinir kegiatan penyusunan model satuan pelajaran.

5.      Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar dengan memperhatikan syarat-syarat dan norma-norma penilaian.

6.      Mencatat dan melaporkan hasil-hasil kemajuan instansi atasan.

7.      Melaksanakan penerimaan murid baru berdasarkan ketentuan dari instansi atasan.

8.      Mengatur program bimbingan penyuluhan (BP).

9.      Meneliti dan mencatat kehadiran murid.

10.  Mengatur program-program ko-krikuler seperti UKS, kepramukaan dan sebagainya.

11.  Merancanakan pembagian tugas guru.

12.  Mengusulkan formasi pengangkatan, kenaikan tingkat dan mutasi guru.

13.  Memelihara pencatatan buku sekolah.

14.  Merencanakan, mengembangkan dan memelihara alat pelajaran peraga.

15.  Mengatur pemeliharaan gedung dan halaman sekolah.

16.  Memelihara perlengkapan sekolah.

17.  Mengatur dan bertanggung jawab dalam pengelolahan keuangan sekolah.

18.  Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan masyarakat.

19.  Memelihara dan mengatur penyimpanan arsip kegiatan sekolah.[12]

d.  Peranan Kepala Sekolah

          Kepala sekolah memegang peranan penting dalam perkembangan sekolah, oleh karena itu, ia harus memiliki jiwa kepemimpinan untuk mengatur bawahan/pegawainya. Tercapai atau tidaknya tujuan sekolah berngantung pada kebijakan kepala sekolah dalam mengayomi para bawahannya.

          Dalam kamus ilmiah peranan diartikan sebagai fungsi, kedudukan, dan bagian dari kedudukan.[13] “Peran adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang di sustu peristiwa atau sesuatu yang menjadi bagian yang memegang pemimpin terutama dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa”.[14]Kepemimpinan adalah sebagai suatu kepribadian seseorang yang mendatangkan keinginan pada orang-orang untuk mencontohkannya ataupun untuk mengikutinya, atau kepribadian seseorang yang memancarkan suatu pengaruh tertentu sehingga membuat sekelompok orang-orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. [15]Kepemimpinan juga dapat diartikan proses mempengaruhi individu atau sekelompok orang dalam melakukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, menjalin hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerjasama dari oranhg-orang diluar kelompok atau organisasi.[16]

           Efektivitas pelaksanaan kepemimpinan mencakup membuat secara meyakinkan bahwa seseorang memiliki pendidikan yang benar, kemampuan, pengalaman, motivasi, dan kepribadian untuk menangani srtategi perubahan. Karena itu, sifat dasar dari kepemimpinan adalah motivasi, keputusan, komunikasi, dan proses pengendalian dalam mengembangkan suatu iklim dan bufaya kondusif untuk membuat kebijakan. Secara rinci ditemukan bahwa perilaku pemimpin mengacu kepada dua dimensi utama.Perilaku yang menyatakan peduli terhadap pencapaian tugas dalam organisasi dan peduli terhadap hubungan sesama manusia dalam organisasi.Teori ini secara umum diterima bahwa kedua jenis perilaku ini menjadi syarat keberhasilan kepemimpinan.[17]

          Dalam Islam kepemimpinan identic dengan istilah khalifah yang berarti wakil.Pemakaian kata khalifah setelah Rasulullah Saw wafat menyentuh juga maksud yang terkandung dalam perkataan amir atau penguasa. Kedua istilah dalam bahasa Indonesia disebut pemimpin formal. Namun jika petunjuk kepada firman Allah Swt dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi:

øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  

Artinya: ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

        Selain kata khalifah disebutkan kata ulil amri yang suatu akar dengan kata amir. Kata ulil amri berarti pemimpin tertinggi dalam masyarakat Islam sebagai mana firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 59:

 

 

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqß§9$# Í<'ré&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*sù ÷Läêôãt»uZs? Îû &äóÓx« çnrŠãsù n<Î) «!$# ÉAqß§9$#ur bÎ) ÷LäêYä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 y7Ï9ºsŒ ׎öyz ß`|¡ômr&ur ¸xƒÍrù's? ÇÎÒÈ         

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

   Sehubungan dengan penjelasan ayat diatas kepala sekolah adalah orang yang diberi tanggung jawab mengelola sekolah, menghimpun, memanfaatkan, dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan kepala sekolah banyak yang harus diperhatikan dalam mengelola sekolah tersebut, sebagaimana yang disebut sebelumnya kepala sekolah merupakan titik pusat irama sekolah. Betapa penting peranan kepala sekolsh dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan demikian peranan kepala sekolah adalah sebagai berikut:                 

1)      Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

                        Kepala sekolah merupakan guru yang diberi tugas tambahansebagai kepala sekolah yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap jabatannya, oleh karena itu ia berperan sebagai pemimpin di sekolah.

                        Kepala sekolah sebagai pemimmpin harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan dan kemampuan guru dan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah dan mendellegasikan tugas.Mereka harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan professional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.[18]Sebagai poemimpin, kepala harus memiliki sifat yang jujur, percaya diri, bertanggung  jawab, berani mengambil risiko dan keputusanm berjiwa besar, emosi yang stabil, dan teladan. Pada sisi lain, sebagai pemimpin kepala sekolah harus mampu:

1)      Memperkuat tim sebagai kekuatan pembangunan

2)      Menggabungkan aspek-aspek positif individualitas

3)      Berfokus pada detail pekerjaan

4)      Menerima tanggunngjawab

5)      Membangun hubungan antar pribadi

6)      Menjaga keterbukaan

7)      Memelihara sifat progresif

8)      Bangga dan menghargai prestasi kerja tim

9)      Menantang perubahan

10)  Tanpa berkompromi terhadap kualitas

 

2)      Kepala Sekolah Sebagai Motivator

         Kepala Sekolah Sebagai Motivator, tugas kepala sekolah sebagai motivator yang terpenting adalah dapat memotivasi para bawahannya dengan sebaik mungkin. Setiap guru memiliki karakter berbeda dengan yang lain, sehingga memerlukan perhatian dan pelayanan dari pimpinannya agar memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kemampuannya, misalnya dengan memotivasi mengajar guru, kepala sekolah perlu memperhatikan motivasi para guru dan factor lain yang mempengaruhinya.

               Sebagai motivator, kepala sekolah memiliki strategi yang tepat untuk memberikanmotivasi kepada guru untuk melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Hal ini dapat di tumbuhkan melalui pengaturan lingkingan, suasanna kerja,  disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pegembangan sentar belajar. Salah satu upaya motivasi adalah dengan memberikan penghargaan kepada guru, dengan penghargaan itu, guru di rangsang untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya secara positif dan produktif.Pelaksanan penghargaan dapat dikaitkan dengan prestasi guru.Hal ini dilakukan secara terbuka, sehingga guru memiliki peluang untuk meraihnya.Oleh karena itu, harus berusaha memberikan penghargaan secara tepat, efektif dan efesien untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkannya.[19]

Penguasaan tugas-tugas kepala sekolah yang baik dan benar maka kepala sekolah akan dapat memaninkan peranannya sebagai pengayom terhadap bawahannya sehingga kepemimpinannya di nyatakan berhasil. Menjadi pemimpin yang baik tidak mudah.           

Seorang kepala sekolah bisa saja berhasil mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan tetapi belum tentu ia berhasil menjadi pemimpin yang baik bagi bawahannya, sebab untuk menjadi pemimpin yang baik ada beberapa ciri yang dimilikinya. Adapun ciri-ciri kepemimpinan menurut M. Moh Rifai adalah:

1.      Ber-ketuhanan

2.      Rendah hati dan sederhana

3.      Suka menolong

4.      Sabar dan stabil emosi

5.      Percaya pada diri sendiri

6.      Jujur, adil dan dapat dipercaya

7.      Mempunyai keahlian dalam jabatan.[20]

 

3)      Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

Sebagai supervisor, kepala sekolah mensupervisi tugas tugas pokok dan fungsi yang dilakukan oleh guru dan staf. Dalam kerangka ini, kepala sekolah harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini dimaksudkan agar kegiatan pendidikan disekolah terarah pada tujuan yang ditetapkan. Kegiatan ini juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar guru dan tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih cermat melakukan pekerjaannya. Pengawasan dan pengendalian yang dilakukan kepala sekolah terhadap kependidikan khususnya guru, disebut supervisi klinis, yang bertujuan utuk meningkatkan kemampuanprofessional guru dan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran efektif.[21]

Maka dengan begitu tugas kepala sekolah sebagai supervisor adalah sebagai berikut:

1.      Harus pandai melihat

2.      Mengamati

3.      Mengamati

4.      Meneliti

5.      Mencari dan menentukan syarat-syarat mana yang perlulan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan pendidikan di sekolah itu tercapai dengan maksimal.[22]

4)      Kepala Sekolah Sebagai Administrator

               Kepala Sekolah Sebagai Administrator bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan kependidikan dan pengajaran di sekolahnya.Oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik kepala sekolah hendaknya memehami, menguasai dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai administrator. Adapun fungsi-fungsi kepala sekolah sebagai administrator menurut Ngalim Purwanto adalah sebagai berikut:

a)      Fungsi perencanaan

b)      Fungsi pengorganisasian

c)      Fungsip pengordinasian

d)     Fungsi pengawasan

e)      Fungsi kepegawaian[23]

 

5)      Kepala Sekolah Sebagai Manajer

Pekerjaan kepala sekolah yang paling rumit dan berat adalah manajemen. Manajemen akan terjadi manakala ada kekacauan itu biasanya datang dari dalam sekolah sendiri dan dapat juga dari luar sekolah. Kekacauan dari dalam antara lain adalah akibat terjadinya kepentingan antar kelompok Informal. Sedangkan kekacauan dari luar bias disebabkan karena tidak puasnya sejumlah orangtua siswa akan hasil ujian nasional, dengan memberi cap kepada sekolah sebagai sekolah yang tidak berbobot.

Menghadapi gejolak-gejolak tersebut, kepala sekolah dalam menyelesaikan tugas ini menduduki posisi manajer, yang mengatur manajemen. Dalam meyelesaikan masalah-masalah rumit seperti diatas, manajer mempunyai empat fungsi serta dilengkapi dengan tiga keterampilan manager. Keempat fungsi manajer atau manajemen itu adalah:[24]

1)      Perencanaan, yaitu merencanakan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.

2)      Pengorganisasian, yaitu mengorganisasi orang dan perlengkapan lainnya agar hasil perencanaan diatas dapat berjalan.

3)      Penggerakan, ialah menggerakkan dan memotivasi para personalis agar bekerja dengan giat dan antusias.

4)      Pengendalian, ialah mengendalikan proses kerja dan hasil kerja agar tidak menyimpang dari rencana semula dan kalau menyimpang segera dapat diperbaiki.

Sementara itu yang di maksud degan tiga keterampilan manajer adalah:

1)      Keterampilan konsep, yaitu menciptakan konsep-konsep baru dalam mengatasi masalah. Keterampilan ini sebagian besar terjadi dalam perencanaan.

2)      Keterampilan hubungan manusia, yaiyu mampu melakukan komunikasi dengan baik, bergaul akrab, bisa bekerja sama, menciptakan iklim kerja yang kondusif dan sebagainya.

3)      Keterampila teknik, yaitu keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugasa langsung dilapangan dalam memecahkan masalah. keterampilan ini di pakai terutama dalam mengendalikan para petugas dilapangan.[25]

2. Mutu Pembelajaran Pendidikam Agama Islam

a. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara terprogram dalam disain instruksional yang menciptakan prosesinteraksi antara sesama peserta didik, guru dengan peserta didik dan dengan sumber belajar. Pembelajaran bertujuan untuk menciptakan perubahan secara terus-menerus dalam perilaku dan pemikiran siswa pada suatu lingkungan belajar. Sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar. Belajar menurut Nana Sudjana, pembelajaran adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.[26]

Belajar menurut Morgan adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).Belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, kompetensi, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan, dan cita-cita.

Mengajar menurut Nana Sudjana merupakan suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar.[27]

 

Pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah lebih baik. Selama proses pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan belajar agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi siswa.[28] Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Berdasarkan teori belajar ada lima pengertian pembelajaran diantaranya sebagai berikut:

a.    Pembelajaran adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada siswa di sekolah.

b.    Pembelajaran adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga sekolah.

c.    Pembelajaran adalah upaya mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi siswa.

d.   Pembelajaran adalah upaya untuk mempersiapkan siswa untuk menjadi warga masyarakat yang baik.

               Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.[29]

               Menurut berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar.

Sedangkan pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha dasar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melaui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[30]

Zakiyah Drajat berpendapat bahwa pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan yang pada akhrnya dapat mengamalkna serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.

Pendidikan Agama Islam sebagai upaya mendidikkan Agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) peserta didik. Pendidikan Agama Islam juga merupakan upaya sadar untu mentaati ketentuan Allah sebagai pedoman dan dasar para peserta didik agar berpengetahuan keagamaan dan handal dalam menjalankan ketentuan-ketentuan Allah secara keseuruhan

Jadi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari Agama Islam, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai pengetahuan yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relatif tetap dalam tingkah laku seseorang yang baik dalam kognitif, efektif, dan psikomotorik.

b.  Komponen-komponen Pembelajaran

Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dari komponen-komponen yang ada didalamnya, menurut Moedjiono dan Dimyati komponen-komponen proses belajar megajar tersebut adalah peserta didik, guru, tujuan pembelajaran, materi atau isi, metode, media dan evalusi.

a. Peserta didik

Menurut Nazarudin peserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya.Mereka mempunyai perasaaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu sandang, pangan, papan, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya sesuai dengan potensinya.

Menurut undang undang No.20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik adalah subjek yang bersifat unik yang mencapai kedewasaan secara bertahap.

 

Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa peserta didik adalah seseorang dengan segala potensi yang ada pada dirinya untuk senantiasa dikembangkan baik melalui proses pembelajaran maupun ketika ia berinteraksi dengan segala sesuatu.

b. Guru                          

Pengertian guru menurut Muhammad Ali sebagaimana di kemukakan oleh Nazarudin merupakan pemegang peranan sentral proses belajar mengajar. Guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa termasuk karakterisrik dan problem mengajar yang mereka hadapi berkaitan dengan proses belajar mengajar.

Dari pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa guru adalah seseorang dengan fitrahnya sebagai manusia berkepribadian yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar dan berpartisipasi penuh dalam menyelenggarakan pendidikan. Berkaitan dengan penelitian ini guru dalam pembelajaran mata diklat membuat pola adalah guru yang ahli di bidangnya dan berkompeten, tentunya guru yang bisa membimbing siswa dalam pembuatan pola.

c. Tujuan Pembelajaran

Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 sebagaimana dikemukakan Akhmad Sudrajat tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu atau pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.

Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodah Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu :

1) Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri.

2) Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar.

3) Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran.

4) Memudahkan guru mengadakan penilaian.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu rancangan yang menitik beratkan terhadap pencapaian yang akan di dapat oleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran itu sendiri. Berkaitan dengan penelitian ini tujuan pembelajaran untuk kompetensi dasar membuat pola yaitu: (a) siswa dapat menguraikan macam-macam teknik pembuatan pola, dan (b) siswa dapat membuat pola.

d. Materi

Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran.Sasaran tersebut harus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Dalam penelitian ini materi pelajaran yang diajarkan adalah membuat pola bagian-bagian busana yakni membuat pola macam-macam lengan.

e. Metode

Metode pembelajaran menurut Oemar Hamalik  merupakan salah satu cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.[31]

Menurut Soetopo metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sebagai berikut :[32]

1) Metode ceramah

Sebuah bentuk interaksi belajar mengajar yang dilakukan melaui penjelasan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap sekelompok peserta diklat.

2) Metode tanya jawab

Suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab atau sebaliknya murid bertanya kepada guru dan guru menjawab pertanyaan murid tersebut.

3) Metode diskusi

Merupakan suatu metode pembelajaran yang mana guru memberi suatu persoalan (masalah) kepada murid dan para murid diberi kesempatan secara bersama-sama untuk memecahkan masalah itu dengan teman-temannya.

4) Metode pemberian tugas (resitasi)

Merupakan bentuk interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya satu atau lebih tugas yang diberikan oleh guru dimana penyelesaian tugas tersebut dapat dilakukan secara perorangan atau keompok sesuai dengan perintah guru.

5) Metode demonstrasi dan eksperimen

Metode demonstrasi adalah metode dimana seorang guru memperlihatkan sesuatu proses kepada seluruh anak didiknya. Sedangkan metode eksperimen adalah guru atau siswa mengerjakan sesuatu serta mengemati proses hasil percobaan itu.

6) Metode simulasi

Metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau ketrampilan sesuatu.

Menurut Sudarwan Danim (2008:36) metode pembelajaran yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar dikelas sebagai berikut :

1) Metode Ceramah

Ceramah diartikan sebagai proses penyampaian informasi dengan jalan mengeksplanasi atau menuturkan sekelompok materi secara lisan dan pada saat yang sama materi tersebut diterima oleh sekelompok subyek.

2) Metode Diskusi

Diskusi diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi, dimana guru bersama subjek didik mengadakan dialog bersama untuk mencari jalan pemecahan dan menyerap serta menganalisis satu atau sekelompok materi tertentu.

3) Metode Tugas

Tugas diartikan sebagai materi tambahan yang harus dipenuhi oleh subjek didik, baik didalam maupun diluar kelas.

4) Metode Latihan Inkuiri

Latihan inkuiri diartikan sebagai proses mempersiapkan kondisi agar subjek didik siap menjawab teka teki.

5) Metode Karyawisata

Metode karya wisata diartikan sebagai suatu strategi belajar mengajar, dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat tertentu yang relevan untuk memperoleh sejumlah pengalaman empiris.

6) Metode Seminar

Dengan seminar, biasanya wawasan terbuka luas, peran serta subjek dominan, namun perlu persiapan yang memadai, seperti: penentuan topik, mempersiapkan kertas kerja, organisasi kelas, pengelompokan siswa menurut variasi/perbedaan kemampuan individual mereka.

7) Metode Metode Mengajar yang Lain,

Metode mengajar yang lainnya seperti studi kasus, bermain peranan, simulasi sosial, kerja dalam kelompok dan seterusnya.

 

Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa metode pembelajaran adalah strategi atau cara yang dilakukan oleh guru dalam melakukan hubungan atau interaksi dengan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan penelitian ini metode dalam pembelajaran membuat pola rok menggunakan metode diskusi, demonstrasi, dan latihan yang diterapkan pada model pembelajaran kooperatif.

f. Media

1) Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latinmedius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Denganm demikian media merupakan wahana penyalur informasi belajar dan penyalur pesan.

Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar.[33]

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu yang dapat digunakan sebagai sumber belajar oleh guru dalam menyampaikan materi kepada siswa atau peserta didik. Dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar.

 

2) Jenis Jenis Media Pembelajaran

 (a) Pilihan Media Tradisonal:

(1) Visual diam yang di proyeksikan, meliputi: proyeksi apaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan filmstrip.

(2) Visual yang tak di proyeksikan, meliputi: gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, dan papan bulu.

(3) Audio, meliputi: rekaman piringan, pita kaset, reel, dan cartridge.

(4) Penyajian multimedia, meliputi: slide plus suara (tape) dan multi image.

(5) Visual dinamis yang di proyeksikan, meliputi: film, televise, dan video.

(6) Cetak, meliputi: buku teks, modul, teks terprogram, jobsheet, workbook, majalah ilmiah berkala, dan lembaran lepas (hand-out).

(7) Permainan, meliputi: teka teki, simulasi, dan permainanpapan.

(8) Realia, meliputi: model, spacimen (contoh), danmanipulative (peta, boneka).

 

(b) Pilihan Media Teknologi Mutakhir:

(1) Media berbasis telekomunikasi, meliputi : telekonferen, kuliah jarak jauh.

(2) Media berbasis mikroprocesor, meliputi: computerassisted instruction, permainan komputer, sistem tutor inteligen, interaktif, hypermedia, compact (video) disk.

3) Manfaat Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran tidak mutlak harus diadakan. Namun akan lebih baik jika digunakan media pembelajaran karena media pembelajaran tentu mempunyai kelebihan-kelebihan yang dapat dimamfaatkan untuk membantu keberhasilan pembelajaran. Mamfaat dari media pembelajaran antara lain:[34]

a. Menjelaskan materi pembelajaran dari yang abstrak (tidak nyata) menjadi konkrit (nyata).

b. Memberikan pengalaman nyata dan langsung karena siswa dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat belajarnya.

c.  Mempelajari materi pembelajaran secara berulang-ulang.

d. Memungkinkjan adanya persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu materi pembelajaran.

e. Menarik perhatian siswa, sehingga dapat membangkitkan minat, motivasi, aktivitas dan kreativitas belajar siswa.

f.  Membantu siswa balajar secara individual, kelompok, atau klasikal.

g. Materi pembelajaran lebih lama diingat dan mudah untuk diungkapkan kembali dengan cepat dan tepat.

h. Mempermudah dan mempercepat guru menyajikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan siswa untuk mengerti dan memahaminya.

i. Membatasi keterbatasan ruang dan waktu.

  3. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam              

               Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang dalam bahasa ilmiahnya disebut instructus atau instructe yang berarti penyampaian pikiran, dengan demikian arti instruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran.[35] Kegiatan belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.

              Pembelajaran adalah kegiatan dimana guru melaksanakan peranan-peranan tertentu agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Strategi pengajaran merupakan keseluruhan metode dan prosedur yang menitikberatkan pada kegiatan peserta didik dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu.[36] Pembelajaran adalah konteks pendidikan merupakan aktivitas pendidikan berupa pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukan.

Sedangkan pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha dasar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melaui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[37]

Zakiyah Drajat berpendapat bahwa pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan yang pada akhrnya dapat mengamalkna serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.[38]

 

Pendidikan Agama Islam sebagai upaya mendidikkan Agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life (pandangan dan sikap hidup) peserta didik. Pendidikan Agama Islam juga merupakan upaya sadar untu mentaati ketentuan Allah sebagai pedoman dan dasar para peserta didik agar berpengetahuan keagamaan dan handal dalam menjalankan ketentuan-ketentuan Allah secara keseuruhan

Jadi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari Agama Islam, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelaari Islam sebagai pengetahuan yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relatif tetap dalam tingkah laku seseorang yang baik dalam kognitif, efektf, dan psikomotorik.

B.  Kajian Terdahulu

                 Berdasarkan studi pendahuluan terdapat beberapa penelitian tentang peranan kepala sekolah diantaranya adalah:

1)        Penelitian dari Robina Sari Hasibuan, yang berjudul : Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Guru Pendidikan Agama Islam Di SMP NEGERI 9 Padanngsidimpuan dengan menggunakan perannya dengan cara yaitu: meningkatkan kedisiplinan, memberikan motivasi, memberikan penghargaan, bersifat terbuka, kekeluargaan dan musyawarah, mengawasi guru ketika mengajar.[39]

2)        Penilitian dari Ummi Sakinah  yang berjudul:  “Peran Keoala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Profesional Di SD Negeri Sibanggor Jae”. Kepala sekolah disarankan agar lebih meningkat pengawasan kepada seluruh guru sehingga ia rajin, giat dan tekun dalam melaksanakan tugas dan aktifitas mengajarkan sehari hari, tetap  semangat dan sabar agar peraturan-peraturan dan terlaksanakan dengan semaksimal mungkin dan sebagai ujung tombak dalam suatu lembaga pendidikan sekaligus suri tauladan bagi tenaga pendidik dan siswanya, hendaknya lebih menampakkan sikap yang mengunggah hatu guru untuk melakukan suatu keputusan yang disepakati demi miningkatkan kinerja guru profesional.[40]

3)        Penelitian dari Trio Wahyu Saputro yang berjudul “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam Di SMP Darul Ulum Kedung Kandang Malang, kepala sekolah hanya berperan sebagai pemantau dan fasilitator bagi personel sekolah, dan beliau bertugas memberikan bimbingan kepada guru dan karyawan serta murid, bantuan pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknik penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pengajaran yang berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan untuk dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Jadi tugas ini menyangkut bidang perbaikan dan pengebangan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum atau perbaikan pengajaran. Serta mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan keagamaan di sekolah. [41]



[1]Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), hlm. 205

[2]Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia…, hlm. 206

[3] Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2008, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), hlm, 1-3.

                [4]Herabudin.Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka setia), hlm. 168

[5]Ibrahim Bafadal, Supervisi Pengajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), hlm. 42.

[6]Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, Administrasi Pendidikan sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 89-90.

[7]Ngalim Purwanto. Administrasi pendidikan dan Supervisi Pendidikan (Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya, 1996), hlm. 74-75

 

[9]Hendiyat Soetopo dan Wasti Soemanto, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan (Malang: Bina Aksara, 1982), hlm. 25-26.

[10]Hendiyat Soetopo dan Wasti Soemanto, Kepemimpinan dan supervisi Pendidikan…, hlm. 13.

[11]Ngalim Purwanto. Administrasi Pendidikan…, hlm. 71.

[12]Surya subroto, Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah (Jakarta: Bina Aksara, 1988), hlm. 141-142

[13] Ahmad Maulana, Kamus Ilmiah Populer Lengkap dengan EYD dan Pembentukan Istilah serta Akrtonim Bahasa Indonesia, (Yogyakarta: Absolut, 2009), hlm. 329.

[14][14] Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Eddisi ke III, ( Jakarta: Balai Pustaka, 2001), hlm. 545.

[15] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, ( Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), hlm. 26.

[16] Mulyadi, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Mutu, ( Malang: PT. UIN Maliki Press, 2010), hlm. 1.

[17] Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 129-1430.

[18] Sudarwan Danim, khairi, Profesi Kependidikan, ( Bandung : Alfabeta, 2011), hlm. 82

[19] Sudarwan Danim, Khairil, Profesi Kependidikan..., hlm. 83. 

[20] M. Moh Rifai, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Jemmars, 1986), hlm 38

[21]  Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia,  ( Jakarta: Rineka Cipta, 2011), hlm 3.

[22] Sudarwan Danim, Khairi, Profesi Kependidikan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm 82.

[23] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1998), hlm. 26.

[24]Made Pidaeta, Manajemen Pendidikan Indonesia), hlm. 1.

 

[26]Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung : Sinar Algensindo, 2001), hlm. 28.

 

[28]E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Implementasi (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003), hlm. 78

[29]Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), hlm. 132

[30]Muhaimin  dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm. 157.

[31] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2003)

[32] Soetopo, Komponen Dalam Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hlm. 148

[33]Sumiati, Metode Pembelajaran (Bandung: CV Wacana Prima, 2009), hlm. 160

[34]Sumiati, Metode Pembelajaran…, hlm. 163.

 

[35]Bambang Warsita, Tehnologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 265.

[36]Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014, hlm. 201.

[37]Muhaimin  dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm. 157.

 

[39]Robina Sari, “Peranan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru di SMP Negeri 9 Padangsidimpuan” Skripsi,  (IAIN PSP, 2018), hlm. 91.

[40]Ummi Sakinah, “Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Profesional di SD Negeri Sibanggor Jae”, Skripsi,  (IAIN PSP, 2017), hlm. 85.

[41]Tri Wahyu Saputro, “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SMP Darul Ulum Agung Kedung Kandang Malang”, Skripsi, (UIN Malang, 2015), hlm. 64.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...