PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMA NEGERI 1BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang ada pada bab
IV dapat disimpulakan bahwa peranan kepala sekolah peranan kepala sekolah serta
apakah dengan peranan kepala sekolah tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran
Pendidikan Agama Islam di sekolah
SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan adalah sebagai berikut:
1. Peranan
kepala sekolah Dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA
Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan adalah:
a. Peranan kepala
sekolah sebagai
pemimpin
Kepala sekolah sebagai
pemimpin harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan dan
kemampuan guru dan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan
tugas.
b. Peranan
kepala sekolah sebagai motivator
Kepala Sekolah Sebagai
Motivator, tugas kepala sekolah sebagai motivator yang terpenting adalah dapat memotivasi
para bawahannya dengan sebaik mungkin.
c. Peranan
kepala sekolah sebagai supervisor
Sebagai
supervisor, kepala sekolah mensupervisi tugas tugas pokok dan fungsi yang
dilakukan oleh guru dan staf. Dalam kerangka ini, kepala sekolah harus mampu melakukan
berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja guru dan tenaga
kependidikan.
d. Peranan kepala
sekolah sebagai administrator
Kepala Sekolah Sebagai
Administrator bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan kependidikan dan
pengajaran di sekolahnya.
e. Kepala sekolah sebagai menejer
Pekerjaan kepala
sekolah yang paling rumit dan berat adalah manajemen. Manajemen akan terjadi manakala
ada kekacauan itu biasanya dating dari dalam sekolah sendiri dan dapat juga dari
luar sekolah.
2. Peranan
kepala sekolah tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA
Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan adalah: mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih meningkat
dari sebelumnya, baik dari segiminat, kemampuan, keaktifan, danprestasi guru dan siswa\siswinya, dan program pengembangan
PendidikanAgama Islam yang di buat
oleh kepala sekolah membuat siswa\siswinya mempunyai keahlian dibidang ekstrakurikuler
yang diikutinya dan mampu bersaing dengans ekolah yang lain.
B.
Saran-Saran
1. Kepada
bapak kepala sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan
diharapkan terus meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang optimal dan maksimal serta
tercapainya tujuan pendidikan terutama untuk meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan
agama Islam yang hendak dicapai di sekolah SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten
tapanuli Selatan.
2. Kepada
kepala sekolah dan guru di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan diharapkan terus meningkat mutu pembelajatran Pendidikan Agama Islam, untuk menguatkan
pembelajaran sesuai dengan visi misi sekolah yang sudah ada.
3. Kepada
kepala sekolah disarankan lebih sabar dalam menjalankan perannya sebagai kepala
sekolah demi mencapai mutu pembelajaran Pendidikan
Agama Islam di SMA
Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Nizar Rangkuti , Metode Penelitan Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, PTK dan Penelitian Pengembangan,
Bandung: Citapustaka Media,
2015
Ahmad
Rohani dan Abu Ahmadi, Administrasi Pendidikan
sekolah
Jakarta: Bumi Aksara, 1991
Ahmad
Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam Bandung:Remaja Rosdakarya
Bambang Warsita, Tehnologi Pembelajaran: Landasan dan
Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2008
Daryanto,
Belajar dan Mengajar, Bandung: Yrama Widya, 2010
E.
Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan
Implementasi Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003
E.
Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Menciptakan Pembelajaran Kreatif
dan Menyenangkan) Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2007
Hendiyat
Soetopo dan Wasti Soemanto, Kepemimpinan dan Supervisi
Pendidikan
Malang: Bina Aksara, 1982
Herabudin.Administrasi Dan Supervisi Pendidikan,
Bandung: CV Pustaka setia
Ibrahim Bafadal, Supervisi
Pengajaran Jakarta: Bumi Aksara, 1992
Lexy
J. Moelong Metodologi Penelitian
Kualitatf Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000
Made
Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia,
Jakarta: Rineka Cipta, 2011
Margono,
metodologi Penelitian Pendidikan Jakarta:
Rineka Cipta, 2005
Muhaimin dkk, Strategi
Belajar Mengajar, Surabaya: Citra Media, 1996.
Nana
Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar Bandung : Sinar Algensindo,
2001
Ngalim
Purwanto, Administrasi dan Supervisi
Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1998
Ngalim
Purwanto. Administrasi pendidikan dan Supervisi Pendidikan Jakarta: PT
Mutiara Sumber Widya, 1996
Oemar
Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran Jakarta : Bumi Aksara, 2001
Oemar
Hamalik, Proses Belajar Mengajar Jakarta: Bumi Aksara, 2003
Robina Sari, “Peranan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan
Motivasi Kerja Guru di SMP Negeri 9 Padangsidimpuan” Skripsi, IAIN PSP, 2018
Samino, Kepemimpinan Pendidikan Solo: Fairuz
Media, 2012
Soetopo,
Komponen Dalam Pembelajaran Jakarta: Bumi Aksara, 1993
Sudarwan
Danim, khairi, Profesi Kependidikan, Bandung : Alfabeta, 2011
Sumiati,
Metode Pembelajaran
Bandung: CV Wacana Prima, 2009
Surya
subroto, Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah Jakarta:
Bina Aksara, 1988
Syukur
Kholil, Metodologi Penelitian Komunikasi
Tim
Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai
Pustaka, 2001
Tim
Penyusun Kamus Pusat Bahasa..., hlm. 205.Abdul Hadis, B. Nurhayati, Manajemen Mutu Pendidikan
Trio Wahyu Saputro, “Peran Kepala Sekolah Dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SMP Darul Ulum Agung Kedung Kandang
Malang”, Skripsi, UIN Malang, 2015
Ummi Sakinah, “Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam
Meningkatkan Kinerja Guru Profesional di SD Negeri Sibanggor Jae”, Skripsi,
IAIN PSP, 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar