Kamis, 23 Juni 2022

BAB I PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI

 PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMA NEGERI 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah memiliki peranan yang sangat menentukan maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan, karena kepala sekolah mempunyai peranan yang sangat besar dalam mengembangkan sebuah lembaga pendidikan. Untuk itu, salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu melalui peningkatan mutu pembelajaran pendidikan, karena adanya peningkatan mutu pembelajaran pendidikan akan dapat mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan bahkan dapat mewarnai dinamika masyarakat.

Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang (pendidik) terhadap seseorang (peserta didik) agar tercapai perkembangan maksimal yang positif.[1]Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya mengangkat harkat dan martabat manusia dalam kancah kehidupan guna mencapai status kehidupan yang lebih baik. Pendikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menterjemahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana dalam membangun watak bangsa.[2]

Peningkatan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab bagi para guru untuk menentukan keberhasilan suatu tujuan pendidikan sebagai dasar untuk mewujudkan tujuan pendidikan tentunya memerlukan sebuah landasan kerja yang akan membawa pendidikan menjadi terarah. Pendidikan akan berhasil apabila mampu menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap dalam diri anak. Pendidikan agama merupakan suatu usaha mengubah tingkah laku yang diharapkan meliputi tga aspek yaitu: Pertama, aspek kognitif meliputi perubahan dalam segi penguasaan ilmu pengetahuan dan perkembangan keterampilan yang diperlukan untuk mengubah pengetahuan tersebut. Kedua aspek afektif yang meliputi perubahan-perubahan segi mental, perasaan, dan kesadaran, Ketiga aspek psikomotorik yaitu meliputi perubahan dalam segi tindak bentuk psikomotorik.

Semua komponen dalam pendidikan formal mempunyai pengaruh untuk peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu komponen pendidikan formal yang sangat berperan dalam pendidikan adalah kepala sekolah. Kepala sekolah mempunyai tanggung jawab yang utama karena kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.

Desentralisasi pendidikan ini kemudian memunculkan akan sangat pentingnya sosok pemimpin yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah akan berperan sangat penting dalam mengelola sumber daya yang dimiliki sekolah. Kepala sekolah memiliki tugas dan wewenangnya yang harus dilaksanakan dengan baik.Untuk itulah kepala sekolah dituntut harus benar-benar memiliki kemampuan agar mampu melaksanakan tugas tersebut.

Kepala sekolah merupakan kunci yang sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya.[3]Maka dari itu, kepala sekolah dituntut senantiasa meningkatkan efektifitas kinerja para staf yang ada di sekolah.Melihat penting dan strategisnya posisi kepala sekolah dalam mewujudkan tujuan sekolah, maka seharusnya kepala sekolah mempunyai kemampuan relation yang baik dengan segenap warga di sekolah, sehingga tujuan sekolah dan pendidikan dapat dicapai secara optimal. Kepala sekolah merupakan tokoh sentral di sekolah, ibarat pilot yang menerbangkan pesawat mulai tinggal landas hingga membawa penumpangnya selamat mendarat sampai tujuan.

Kepala sekolah juga menjadi kunci keberhasilan dan kemajuan peningkatan mutu sekolah.Dikatakan demikian karena sekolah itu sendiri bisa dikatakan sebuah organisasi lembaga pendidikan yang didalamnya harus memiliki seorang pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang berkualitas akan mampu membawa sekolah pada arah tujuan yang hendak dicapai dan mampu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi. Di dalam sebuah organisasi lembaga pendidikan yaitu sekolah, kepala sekolah yang akan membawa sekolah pada arah tujuan yang mengarah pada pencapaian mutu sekolah sesuai dengan yang telah ditargetkan.

 

Peningkatan mutu pembelajaran pendidikan khususnya pembelajaran pendidikan agama Islam, bagi kepala sekolah harus mengetahui segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam sekolah atau lembaganya. Adanya tenaga pengajar yang profesional dan yang tidak profesional dalam usaha meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan akan mempengaruhi proses belajar mengajar, karena mereka harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan dan juga menghasilkan peserta didik yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, peranan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam sangat penting, karena dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut yang ada dalam sekolah itu sendiri.Kepala sekolah sebagai tulang punggung mutu pendidikan dituntut untuk bertindak sebagai pembangkit semangat, mendorong, merintis, dan memantapkan serta sekaligus sebagai administrator. Dengan perkataan lain, bahwa kepala sekolah adalah penggerak pelaksanaan manajemen pendidikan yang berkualitas.

Kompetensi kepala sekolah sangat diharapkan dalam mengungkapkan berbagai program yang layak untuk dijadikan sebagai penunjang tercapainya peningkatan mutupembelajaran di sekolah yang dipimpin.Suatu peningkatan yang ada pada setiap lembaga pendidikan tidak lepas dari tanggungjawab kepala sekolah.Dapat diketahui bahwa kepala sekolah ini merupakan salah satu faktor tercapainya peningkatan dalam setiap lembaga pendidikan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa kepala sekolah seharusnya memiliki berbagai strategi juga program yang efektif untuk dilaksanakan di lembaga yang ia pimpin, karena dengan strategi juga program yang datangnya dari kepala sekolah akan berdampak positif terhadap tenaga pendidik yang ada pada lembaga pendidikan tersebut dalam meningkatkan mutupembelajaran peserta didik.

SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatanmerupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Desa Pintupadang Kecamatan Batang Angkola. Hasil pengamatan peneliti melihat bahwa kepala sekolah yang lama pada tahun 2013 belum mengoptimalkan strategi guru dalam mengajar, baik program, perangkat dan media pembelajaran. Setelah kepala sekolah yang baru pada tahun 2014 sampai sekarang telah menerapkan program pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang baru diantaranya adalah solat berjamaah, kultum, solat dhuha, kegitatan ekstrakulikuler, seni baca Al-quran dan syarhil quran, hapalan surah pendek, dan malam bina iman dan taqwa. Dari segi perangkat pembelajaran kepala sekolah juga mengarahkan kepada guru sebelum pembelajaran dimulai guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran baik silabus, dan RPP. Kepala sekolah juga mengarahkan guru agar disiplin dalam mengajar, guru juga harus mampu mengoptimalkan penyampaian materi kepada siswa agar dalam pembelajaran siswa ikut berpartisipasi dan aktif, guru juga harus menerapkan metode tanya jawab di dalam suatu pembelajaran dan pada tahap evalusi guru juga harus mampu mengotimalkan sebaik mungkin.

Berdasarkan masalah di atas, peneliti tertarik untuk menelusuri lebih mendalam mengenai peranan kepala sekolah di SMA N 1 Batang Angkola. Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul: Peranan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan MutuPembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

B. Fokus  Masalah

Peningkatan mutu pendidikan merupakan masalah yang mendasar dan sangat penting dalam dunia pendidikan.Mengingat banyaknya masalah yang berhubungan dengan hal-hal yang mempengaruhi mutu pendidikan agama Islam, maka tidak semua masalah tersebut dibahas dalam penelitian ini. Dengan demikian, masalah yang dibahas dalam pennelitian ini di fokuskan pada bagaimana peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam dan apakah dengan peranan tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran  pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

C.  Batasan Istilah

Untuk memudahkan pemahaman dalam mendefinisikan istilah yang dipakai dalam penelitian ini, maka penulis menegaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan judul di atas, yaitu:

 

 

 

 

1.      Peranan

Peranan dapat diartikan sebagai seperangkat tingkahlaku atau tugas yang harus atau dapat dilakukan seseorang pada situasi tertentu sesuai dengan fungsi dan kedudukannya.[4]

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa peranan berasal dari kata “peran”. Peran memiliki makna yaitu seperangkat tingkat diharapkan yang memiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Peranan adalah bagian dari tugas utama yang dilaksanakan.

2. Kepala Sekolah

       Kepala sekolah merupakan kata majemuk yang berbentuk dari golongan kata kepala yang berarti pemimpin yaitu orang yang memimpin satu sekolah atau yang memimpin lembaga pendidikan.[5]Kepala sekolah merupakan faktor penentu dalam sukses atau gagalnya suatu organisasi atau usaha, mutu kepala sekolah menentukan keberhasilan lembaga atau organisasinya.

      3. Mutu

       Mutu ialah corfonmance to requiremen, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan.[6] Adapun mutu yang dimaksut dalam penelitian ini adalah mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola  Kabupaten tapanuli Selatan.

 

 

        4. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu upaya membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari Agama Islam, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai pengetahuan yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relatif tetap dalam tingkah laku seseorang yang baik dalam kognitif, efektf, dan psikomotorik.

Dari batasan istilah diatas, maka penelitian ini suatu penelitian yang meneliti tentang Peranan kepala sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola  KabupatenTapanuli Selatan.                     

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi SMA Negeri 1 Batang Angkola  Kabupaten tapanuli Selatan?

2. Apakah dengan peranan kepala sekolah tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan ?

 

 

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2. Untuk mengetahui dengan peranan kepala sekolah tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islamdi SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

F. Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat baik secara praktis maupun teoritis.

1. Secara Praktis                                                                                                     Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola serta dapat menjadi bahan evaluasi maupun pengembangan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

2. Secara Teoretis

a. Memberikan kontribusi dan masukan-masukan untuk pengembangan penelitian khususnya dalam bidang pendidikan.

b. Dapat dijadikan sebagai sumber informasi ilmiah bagi penelitian yang berkaitan dengan peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

G. Sistematika Pembahasan

Untuk memudahkan pembahasan proposal ini dibuat sistematika pembasahan sebagai berikut :

Bab pertama adalah pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, batasan istilah, dan sistematika pembahasan.

Bab kedua membahas tentang kajian teori kepala sekolah yang terdiri dari pengertian, tugas, dan fungsi kepala sekolah selanjutnya yang membahas tentang kualitas pembelajaran yang terdiri dari pengertian pembelajaran, komponen-komponen pembelajaran yang meliputi peserta didik, guru, materi atau isi, metode, media dan evaluasi.

Bab ketiga membahas tentang metodologi penelitian yang mencakup tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis dan metode penelitian, subjek penelitian,  sumber data penelitian, tehnik pengumpulan data penelitian, Tehnik pengolahan dan analisis data, dan tehnik pengecekan keabsahan data.

Bab ke empat membahas tentang hasil penelitian yang terdiri dari sup-sup, deskripsi hasil penelitian berisi jawaban atas semua rumusan masalah yang di pertanyakkan, menyimpulkan hasil dari pengumpulan data observasi dan wawancara yang masih merupkan bahan mentah yang harus diolah agar mendapatkan hasil tentang peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islam  di SMA Negeri 1 batang angkola kabupaten tapanuli selatan, serta pembahasan hasil penelitian dari observasi dan wawancara yang sudah menjadi bahan jadi dan merupakan hasil dari peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam  di SMA Negeri 1 batang angokola kabupaten tapanuli selatan.

Bab kelima membahas tentang penutup dari hasil penelitian yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran.



[1]Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam(Bandung:Remaja Rosdakarya,2001), hlm.28

[2]E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan)(Bandung: Remaja Rosdakarya,2007), hlm. 4

[3]Samino, Kepemimpinan Pendidikan (Solo: Fairuz Media, 2012), hlm. 41                 

[4] Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: Yrama Widya, 2010), hlm. 180.  

[5]Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa..., hlm. 205.

[6] Abdul Hadis, B. Nurhayati, Manajemen Mutu Pendidikan( Bandung:2010), hlm. 84-85


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...