PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMA NEGERIBAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Dalam suatu lembaga pendidikan, kepala
sekolah memiliki peranan
yang sangat menentukan maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan, karena kepala
sekolah mempunyai peranan
yang sangat besar dalam mengembangkan sebuah lembaga pendidikan. Untuk itu,
salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu melalui peningkatan mutu pembelajaran
pendidikan, karena adanya peningkatan mutu
pembelajaran pendidikan akan dapat mengikuti perkembangan dunia ilmu
pengetahuan bahkan dapat mewarnai dinamika masyarakat.
Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha
yang dilakukan oleh seseorang (pendidik) terhadap seseorang (peserta didik)
agar tercapai perkembangan maksimal yang positif.[1]Pendidikan
memegang peranan penting dalam upaya mengangkat harkat dan martabat manusia
dalam kancah kehidupan guna mencapai status kehidupan yang lebih baik. Pendikan
menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan
konstribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan
wahana dalam menterjemahkan pesan-pesan konstitusi serta sarana dalam
membangun watak bangsa.[2]
Peningkatan mutu pendidikan menjadi
tanggung jawab bagi para guru untuk menentukan keberhasilan suatu tujuan
pendidikan sebagai dasar untuk mewujudkan tujuan pendidikan tentunya memerlukan
sebuah landasan kerja yang akan membawa pendidikan menjadi terarah. Pendidikan
akan berhasil apabila mampu menghasilkan perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap dalam diri anak. Pendidikan agama
merupakan suatu usaha mengubah tingkah laku yang diharapkan meliputi tga aspek
yaitu: Pertama, aspek kognitif meliputi perubahan dalam segi penguasaan ilmu
pengetahuan dan perkembangan keterampilan yang diperlukan untuk mengubah
pengetahuan tersebut.
Kedua aspek afektif yang meliputi perubahan-perubahan segi mental, perasaan,
dan kesadaran, Ketiga aspek psikomotorik yaitu meliputi perubahan dalam segi
tindak bentuk psikomotorik.
Semua komponen dalam pendidikan formal
mempunyai pengaruh untuk peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu komponen
pendidikan formal yang sangat berperan dalam pendidikan adalah kepala sekolah. Kepala sekolah
mempunyai tanggung jawab yang utama karena kepala sekolah bertanggung jawab
atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan
tenaga kependidikan, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.
Desentralisasi pendidikan ini kemudian
memunculkan akan sangat pentingnya sosok pemimpin yaitu kepala sekolah. Kepala
sekolah akan berperan sangat penting dalam mengelola sumber daya yang dimiliki
sekolah. Kepala sekolah memiliki tugas dan wewenangnya yang harus dilaksanakan
dengan baik.Untuk itulah kepala sekolah dituntut harus benar-benar memiliki
kemampuan agar mampu melaksanakan tugas tersebut.
Kepala sekolah merupakan kunci yang
sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya.[3]Maka
dari itu, kepala sekolah dituntut senantiasa meningkatkan efektifitas kinerja
para staf yang ada di sekolah.Melihat
penting dan strategisnya posisi kepala sekolah dalam mewujudkan tujuan sekolah,
maka seharusnya kepala sekolah mempunyai kemampuan relation yang baik
dengan segenap warga di sekolah, sehingga tujuan sekolah dan pendidikan dapat
dicapai secara optimal. Kepala sekolah
merupakan tokoh sentral di sekolah, ibarat pilot yang menerbangkan pesawat
mulai tinggal landas hingga membawa penumpangnya selamat mendarat sampai
tujuan.
Kepala sekolah juga menjadi kunci
keberhasilan dan kemajuan peningkatan mutu
sekolah.Dikatakan
demikian karena sekolah itu sendiri bisa dikatakan sebuah organisasi lembaga
pendidikan yang didalamnya harus memiliki seorang pemimpin yang berkualitas.
Pemimpin yang berkualitas akan mampu membawa sekolah pada arah tujuan yang
hendak dicapai dan mampu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi. Di dalam
sebuah organisasi lembaga pendidikan yaitu sekolah, kepala sekolah yang akan
membawa sekolah pada arah tujuan yang mengarah pada pencapaian mutu sekolah
sesuai dengan yang telah ditargetkan.
Peningkatan mutu pembelajaran
pendidikan khususnya pembelajaran pendidikan agama Islam, bagi kepala sekolah
harus mengetahui segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam sekolah
atau lembaganya. Adanya tenaga pengajar yang profesional dan yang tidak profesional
dalam usaha meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan akan mempengaruhi proses
belajar mengajar, karena mereka harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan dan
juga menghasilkan peserta didik yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, peranan kepala
sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam
sangat penting, karena dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya kualitas
pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut yang ada dalam sekolah itu
sendiri.Kepala sekolah sebagai tulang punggung mutu pendidikan dituntut
untuk bertindak sebagai pembangkit semangat, mendorong, merintis, dan
memantapkan serta sekaligus sebagai administrator. Dengan perkataan lain, bahwa
kepala sekolah adalah penggerak pelaksanaan manajemen pendidikan yang
berkualitas.
Kompetensi kepala sekolah sangat
diharapkan dalam mengungkapkan berbagai program yang layak untuk dijadikan
sebagai penunjang tercapainya peningkatan mutupembelajaran
di sekolah yang dipimpin.Suatu peningkatan yang ada pada setiap lembaga
pendidikan tidak lepas dari tanggungjawab kepala sekolah.Dapat diketahui bahwa
kepala sekolah ini merupakan salah satu faktor tercapainya peningkatan dalam setiap
lembaga pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat
dipahami bahwa kepala sekolah seharusnya memiliki berbagai strategi juga
program yang efektif untuk dilaksanakan di lembaga yang ia pimpin, karena
dengan strategi juga program yang datangnya dari kepala sekolah akan berdampak
positif terhadap tenaga pendidik yang ada pada lembaga pendidikan tersebut
dalam meningkatkan mutupembelajaran
peserta didik.
SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatanmerupakan
salah satu lembaga pendidikan formal di Desa Pintupadang Kecamatan Batang
Angkola. Hasil pengamatan peneliti melihat bahwa kepala sekolah yang lama pada
tahun 2013 belum mengoptimalkan strategi guru dalam mengajar, baik program,
perangkat dan media pembelajaran. Setelah kepala sekolah yang baru pada tahun
2014 sampai sekarang telah menerapkan program pembelajaran Pendidikan Agama
Islam yang baru diantaranya adalah solat berjamaah, kultum, solat dhuha,
kegitatan ekstrakulikuler, seni baca Al-quran dan syarhil quran, hapalan surah
pendek, dan malam bina iman dan taqwa. Dari segi perangkat pembelajaran kepala
sekolah juga mengarahkan kepada guru sebelum pembelajaran dimulai guru harus
mempersiapkan perangkat pembelajaran baik silabus, dan RPP. Kepala sekolah juga
mengarahkan guru agar disiplin dalam mengajar, guru juga harus mampu
mengoptimalkan penyampaian materi kepada siswa agar dalam pembelajaran siswa ikut
berpartisipasi dan aktif, guru juga harus menerapkan metode tanya jawab di
dalam suatu pembelajaran dan pada tahap evalusi guru juga harus mampu
mengotimalkan sebaik mungkin.
Berdasarkan masalah di atas, peneliti
tertarik untuk menelusuri lebih mendalam mengenai peranan kepala sekolah di SMA N 1 Batang Angkola. Oleh
karena itu, peneliti mengangkat judul: Peranan
Kepala Sekolah dalam Meningkatkan MutuPembelajaran Pendidikan Agama Islam di
SMA Negeri 1
Batang Angkola Kabupaten
Tapanuli Selatan.
B. Fokus Masalah
Peningkatan
mutu pendidikan merupakan masalah yang mendasar dan sangat penting dalam dunia
pendidikan.Mengingat banyaknya masalah yang berhubungan dengan hal-hal yang
mempengaruhi mutu pendidikan agama Islam, maka tidak semua masalah tersebut
dibahas dalam penelitian ini. Dengan demikian, masalah yang dibahas dalam
pennelitian ini di fokuskan pada bagaimana peranan kepala sekolah dalam
meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam dan apakah dengan peranan
tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran
pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan.
C. Batasan Istilah
Untuk memudahkan pemahaman dalam
mendefinisikan istilah yang dipakai dalam penelitian ini, maka penulis
menegaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan judul di atas, yaitu:
1.
Peranan
Peranan
dapat diartikan sebagai seperangkat tingkahlaku atau tugas yang harus atau
dapat dilakukan seseorang pada situasi tertentu sesuai dengan fungsi dan kedudukannya.[4]
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia dikemukakan bahwa peranan berasal dari kata “peran”. Peran memiliki makna yaitu seperangkat tingkat diharapkan yang
memiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Peranan adalah bagian dari
tugas utama yang dilaksanakan.
2. Kepala Sekolah
Kepala sekolah merupakan kata majemuk yang berbentuk dari
golongan kata kepala yang berarti pemimpin yaitu orang yang memimpin satu
sekolah atau yang memimpin lembaga pendidikan.[5]Kepala
sekolah merupakan faktor penentu dalam sukses atau gagalnya suatu organisasi
atau usaha, mutu
kepala sekolah menentukan keberhasilan lembaga atau organisasinya.
3. Mutu
Mutu
ialah corfonmance to requiremen,
yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan.[6]
Adapun mutu yang dimaksut dalam penelitian ini adalah mutu pembelajaran
pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten tapanuli
Selatan.
4. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
adalah suatu upaya membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar,
terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari
Agama Islam, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang
benar maupun mempelajari Islam sebagai pengetahuan yang mengakibatkan beberapa
perubahan yang relatif tetap dalam tingkah laku seseorang yang baik dalam kognitif,
efektf, dan psikomotorik.
Dari batasan istilah diatas, maka penelitian ini suatu
penelitian yang meneliti tentang Peranan kepala sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang
Angkola KabupatenTapanuli Selatan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana peranan kepala sekolah dalam
meningkatkan mutu
pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi
SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten tapanuli Selatan?
2. Apakah dengan peranan kepala sekolah
tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1Batang
Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan
?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka
dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui
peranan kepala sekolah dalam
meningkatkan mutu
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Batang
Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.
2. Untuk mengetahui dengan peranan kepala sekolah tersebut
dapat meningkatkan mutu
pembelajaran Pendidikan agama Islamdi
SMA Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten
Tapanuli Selatan.
F. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan
dapat memberikan manfaat baik secara praktis maupun teoritis.
1.
Secara Praktis Hasil
penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan agama Islam
di SMA Negeri 1 Batang Angkola serta dapat menjadi bahan evaluasi maupun
pengembangan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri
1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli
Selatan.
2. Secara Teoretis
a. Memberikan kontribusi dan
masukan-masukan untuk pengembangan penelitian khususnya dalam bidang
pendidikan.
b. Dapat dijadikan sebagai sumber
informasi ilmiah bagi penelitian yang berkaitan dengan peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu
pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
G. Sistematika
Pembahasan
Untuk memudahkan pembahasan proposal ini
dibuat sistematika pembasahan sebagai berikut :
Bab pertama adalah pendahuluan yang terdiri dari latar
belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, batasan istilah, dan
sistematika pembahasan.
Bab kedua membahas tentang kajian teori
kepala sekolah yang terdiri dari pengertian, tugas, dan fungsi kepala sekolah
selanjutnya yang membahas tentang kualitas pembelajaran yang terdiri dari pengertian
pembelajaran, komponen-komponen pembelajaran yang meliputi peserta didik, guru,
materi atau isi, metode, media dan evaluasi.
Bab ketiga membahas tentang metodologi
penelitian yang mencakup tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis dan metode
penelitian, subjek penelitian, sumber
data penelitian,
tehnik pengumpulan data penelitian,
Tehnik pengolahan dan analisis data, dan tehnik pengecekan keabsahan data.
Bab ke empat membahas tentang hasil penelitian yang terdiri dari
sup-sup, deskripsi hasil penelitian berisi jawaban atas semua rumusan masalah
yang di pertanyakkan, menyimpulkan hasil dari pengumpulan data observasi dan
wawancara yang masih merupkan bahan mentah yang harus diolah agar mendapatkan
hasil tentang peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran
Pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1
batang angkola kabupaten tapanuli selatan, serta pembahasan hasil penelitian
dari observasi dan wawancara yang sudah menjadi bahan jadi dan merupakan hasil
dari peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama
Islam di SMA Negeri 1 batang angokola
kabupaten tapanuli selatan.
Bab kelima membahas tentang
penutup dari hasil penelitian yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran.
[1]Ahmad Tafsir, Ilmu
Pendidikan dalam Perspektif Islam(Bandung:Remaja Rosdakarya,2001), hlm.28
[2]E. Mulyasa, Menjadi
Guru Profesional, (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan)(Bandung:
Remaja Rosdakarya,2007), hlm. 4
[3]Samino, Kepemimpinan
Pendidikan (Solo: Fairuz Media, 2012), hlm. 41
[4] Daryanto, Belajar dan
Mengajar, (Bandung: Yrama Widya, 2010), hlm. 180.
[5]Tim Penyusun Kamus
Pusat Bahasa..., hlm. 205.
[6] Abdul Hadis, B.
Nurhayati, Manajemen Mutu Pendidikan(
Bandung:2010), hlm. 84-85
Tidak ada komentar:
Posting Komentar