Rabu, 15 Juni 2022

BAB III MUTU MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MIN 2 PASAMAN (Studi Kasus: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengawasan, dan Evaluasi)

 MUTU MANAJEMEN PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MIN  2 PASAMAN

(Studi Kasus: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengawasan, dan Evaluasi)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.       Lokasi dan Waktu Penelitian     

1.         Lokasi penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat penelitian dilakukan, dalam buku metodologi penelitian karangan sukardi menuliskan bahwa yang dimaksud dengan “lokasi penelitian adalah tempat dimana proses studi yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung”. Adapun lokasi penelitian  yang penulis teliti dalam penelitian ini yaitu di MIN 2 Pasaman, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. MIN 2 Pasaman ini terletak di desa Muara Bangun dan letaknya  40 m dari Jalan Lintas Sumatera.

2.         Waktu penelitian

Waktu penelitian yaitu jangka waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian ini sampai bisa menemukan yang ingin diteliti, adapun waktu penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini mulai bulan November 2017 sampai bulan  Maret 2018.

B.        Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati fenomena disekitarnya dan menganalisisnya dengan menggunakan logika ilmiah.[1] Dengan demikian pengolahan dan penganalisaan data tanpa menggunakan matematika statistik atau angka.

C.        Metode Penelitian

Berdasarkan metode, penelitian ini didekati dengan metode deskriptif. Winarno Surakmad mengemukakan bahwa “Metode deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya.[2] Pendekatan ini ditentukan berdasarkan pertimbangan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan mutu manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam di MIN 2 Pasaman,berdasarkan tempat, penelitian ini termasuk penelitian lapangan.

Dan berdasarkan tujuan, penelitian ini termasuk penelitian eksplorasi yaitu penelitian dilakukan bertujuan menggali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi sesuatu untuk mengungkapkan fenomena murni.[3]

D.       Sumber Data

Berdasarkan rumusan masalah manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di MIN 2 Pasaman. Maka ada beberapa jenis data yang dibutuhkan, yaitu:

1.      Data primer adalah data pokok yang dibutuhkan dalam penelitian ini atau data yang diperoleh dengan cara mencari/menggali secara langsung dari sumbernya oleh peneliti yang besangkutan.[4] Adapun data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kepala sekolah beserta wakilnya, guru mata pelajaran pendidikan agama Islam sebanyak 11 orang, guru mata pelajaran umum dan tata usaha 13 orang.

2.      Data sekunder adalah data yang sudah tersedia oleh pihak lain sehingga tidak perlu lagi dikumpulkan secara langsung dari sumbernya oleh peneliti.[5] Berbagai sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen yang berkenaan dengan manajemen pembelajaran dan buku-buku yang terkait dengan materi penelitian.

E.        Teknik Pengumpulan Data

Adapunteknik  pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Metode Observasi

Metode observasi yaitu mengamati secara langsung objek penelitian.[6] Dimana dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti terhadap fenomena yang ada yang menunjang efektifitas pembelajaran. Yaitu mengamati masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Observasi akan digunakan untuk:

a.    Mendeskripsikan mutu manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam di MIN 2 Pasaman.

b.    Menemukan kendala mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di MIN  2 Pasaman.

2.      Metode Interview (wawancara)

Metode interview adalah metode pengumpulan data dengan jalan  tanya jawab ke pihak yang bersangkutan, dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penyelidikan.[7]Interview dilakukan kepada kepala sekolah beserta wakilnya, guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, guru tata usahadan guru mata pelajaran lain, untuk mengumpulkan data tentang manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di MIN 2 Pasaman.Serta metode atau teknik pengajaran yang dipakai oleh guru PAI untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.Metode interview (wawancara) digunakan untuk menjelaskan kendala mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di MIN  2 Pasaman.

3.      Metode Dokumen

Mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, notulen rapat, agenda dan sebagainya.Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengambil data yang diperlukan dalam penelitian sebagai pendukung dalam memberikan argumentasi penelitian.

F.         Teknik Pegolahan dan Analisis Data

Teknik analisis data secara kualitatif dalam penelitian ini yaitu:

1.   Reduksi data, yaitu merangkum, memilah-milah yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan, untuk memberi gambaran yang jelas dalam melakukan pengumpulan data.

2.   Data display (penyajian data) dalam bentuk table, grafik, dan sejenisnya agar data terorganisirkan, tersusun sehingga mudah dipahami.

3.   Penarikan kesimpulan  yaitu merangkum uraian-uraian data yang penting dan yang mudah dipahami.[8]

G.       Teknik Menjamin Keabsahan Data

Untuk menjamin keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti berpedoman kepada pendapat Lexy J. Moleong, yang dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu:

1.      Trigulasi yaitu: teknik pmeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data utuk keperluan pengecekan  atau pembanding terhadap data tersebut.

2.      Pemeriksaan sejawat, yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mengekpos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat.

3.      Ketekunan pengamatan, yang bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang relevandengan persoalan atau isu yang sedang dicar kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Dalam hal ini peneliti megadakan pengamat dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol secara tentgatif. [9]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2000), hlm. 5

[2] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm.157

[3] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 6.

[4] Sukaria Sinulingga, Metode Penelitian, (Medan: Usu Press, 2011), hlm.148.

[5]Ibid.,hlm.151.

[6] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 218.

[7] Sutrisno Hadi, Metode Research, ( Yogyakarta: Andi Offset, Jilid I, 1989 ), hlm. 193.

[8] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,  (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 231.

[9] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif …, hlm. 175-179

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...