Selasa, 21 Juni 2022

BAB III PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS UNGGULAN DI PONDOK PESANTREN AL ANSOR DESA MANUNGGANG JULU KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA

 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PADA KELAS UNGGULAN

DI PONDOK PESANTREN AL ANSOR

DESA MANUNGGANG JULU

KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.    Lokasi dan Waktu Penelitian

1.      Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana suatu penelitian dilakukan. Penelitian ini berlokasi di pondok pesantren al-Ansor, yaitu satu-satunya pondok pesantren yang terletak di Desa Manunggang Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara. Pesantren ini didirikan oleh H. Sahdi Ahmad Lubis pada 4 April 1994.

Alasan dijadikannya pesantren ini sebagai lokasi penelitian adalah sebagai berikut:

a.       Untuk memudahkan peneliti jika ditinjau dari segi dana dan jarak tempuh ke tempat penelitian sedikit banyaknya akan menguntungkan karena jarak lokasi penelitian yang dekat sehingga mudah dijangkau..

b.      Pondok Pesantren Al-ansor Desa Manunggang Julu yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini mengundang keinginan bagi peneliti untuk mengetahui lebih dalam mengenai program yang baru didirikan berkisar 5 tahun yang lalu yaitu program kelas unggulan yang tentunya berperan besar dalam pelaksanaan  pembelajaran dan juga berperan besar dalam menunjang keberhasilan dalam pencapain tujuan pembelajaran utamanya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.

 

2.      Waktu Penelitian

Proses penelitian ini penulis laksanakan mulai dari menyusun proposal, menyususun instrumen, mengumpulkan data, menganalisis dan mengolahnya sampai dengan menyusun laporan/administrasi data mulai dari tanggal 30 Desember 2017 sampai tanggal 28 Februari 2018.

B.     Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang mengamati penomena di sekitarnya dan menganalisisnya dengan menggunakan logika ilmiah.[1] Di dalam penelitian ini peneliti merupakan instrument utama penelitian, sehingga ia dapat melakukan penyesuaian sejalan dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi di lapangan. Tidak seperti yang biasa dilakukan oleh peneliti kuantitatif di mana instrument penelitiannya telah disiapkan sebelumnya sehingga tidak mungkin melakukan perubahan.[2]

Berdasarkan metode, penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan dan mengintropeksi objek sesuai dengan apa adanya.[3] Penggunaan metode deskriptif ini adalah menampilkan apa adanya tentang pembelajaran pendidikan agama Islam pada kelas unggulan di pondok pesantren al-Ansor Desa Manunggang Julu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

C.    Sumber Data

Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

1.      Data primer

Data primer adalah sumber data pokok yang dibutuhkan dalam penelitian ini yang diperoleh dari guru yang mengajar pendidikan agama Islam pada kelas unggulan sebanyak 5 orang  dan siswa di pondok pesantren al-Ansor.

2.      Data sekunder

Data sekunder adalah sumber data pendukung primer yang ada kaitannya dengan penelitian ini diperoleh dari kepala madrasah yang turut serta menjalankan program kelas unggulan di pondok pesantren Al-ansor.

D.    Tekhnik  Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data empiris yang sebaik-baiknya, diperlukan adanya pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah serta obyek yang diteliti.

Dalam pengumpulan data ini, peneliti menggunakan beberapa metode antara lain:

1.      Observasi

Observasi diartikan sebagai “pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[4] Observasi merupakan instrument pengumpulan data yang digunakan untuk mengamati tingkah laku individu ataupun proses terjadinya sesuatu kegiatan yang diamati dan dalam situasi yang sebenarnya. Kegiatan observasi tidak hanya dilakukan terhadap kenyataan-kenyataan yang dilihat, tetapi juga terhadap yang terdengar. Bagaimana cara ungkapan atau pertanyaan yang terlontar dalam percakapan sehari-hari juga termasuk dari kenyataan yang dapat diobservasi.[5]

Observasi Yakni suatu cara pengambilan data melalui pengamatan dan penelitian dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Adapun pokok-pokok yang akan di observasi merujuk kepada kesimpulan dari kajian teori pada bab II sebagai berikut:

a.       Guru yang mengajar pada kelas unggulan.

b.      Siswa yang belajar pada kelas unggulan.

c.       Materi pembelajaran pada kelas unggulan.

d.      Metode pembelajaran pada kelas unggulan.

e.       Media pembelajaran pada kelas unggulan.

f.       Strategi pembelajaran pada kelas unggulan.

g.      Evaluasi pembelajaran pada kelas unggulan.

2.      Wawancara (Interview)

Wawancara ialah percakapan yang bertujuan, biasanya antara dua orang (tetapi kadang-kadang lebih) yang diarahkan oleh salah seorang dengan maksud memperoleh keterangan.[6] Yakni proses tanya jawab lisan yang mana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik antara yang satu dengan yang lainnya. teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam pada kelas unggulan di pondok pesantren al-Ansor.

Adapun pokok-pokok yang akan di wawancara merujuk kepada kesimpulan dari kajian teori pada bab II sebagai berikut:

a.       Masukan diseleksi secara ketat dengan dengan menggunakan kriteria yang dapat dipertanggung jawabkan.

b.      Sarana dan prasarana menunjang untuk pemenuhan kebutuhan belajar dan penyaluran bakat siswa.

c.       Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata.

d.      Memiliki kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang unggul, baik dari segi penguasaan materi pelajaran, metode mengajar maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.

e.       Kurikulum yang diperkaya, yakni melakukan pengembangandan inprovisasi kurikulum secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar.

f.       Tentang waktu belajar di sekolah yang lebih panjang dibandingkan dengan kelas laindan tersedianya asrama yang memadai.

g.      Proses pembelajaran yang berkualitas dan hasilnya selalu dapat dipertanggung jawabkan kepada siswa, lembaga, maupun masyarakat.

h.      Adanya perlakuan tambahan diluar kurikulum, program pengayaan dan perluasan, pengajaran remedial, pelayanan bimbingan dan konseling yang berkualitas, pembinaan kreatifitas, dan disiplin, system asrama, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

i.        Pembinaan kemampuan kepemimpinan yang menyatu dalam keseluruhan system pembinaan siswa melalui praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.

j.        Dokumentasi

Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto)  yang dapat memberikan informasi untuk proses penelitian.[7]

Dokumentasi Yaitu cara pengumpulan data mengenai hal-hal berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, buku paket, dan lain-lain. Dalam hal ini data yang termasuk adalah keadaan guru, keadaan siswa, letak geografis, dan sarana prasarana yang akan diperoleh dari kantor pondok pesantren al-Ansor.

 

 

 

E.     Tekhnik Menjamin Keabsahan Data

Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teknik yang dikemukakan oleh Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, yaitu dengan menggunakan metode triangulasi.[8]

Adapun hal-hal yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan keabsahan data yang akurat adalah sebagai berikut:

1.      Perpanjangan keikutsertaan

Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrument itu sendiri. Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi melakukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat data yang dikumpulkan.[9]

2.      Triangulasi

Triangulasi adalah tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Hal itu dapat dicapai dengan jalan sebagai berikut:[10]

a.       Membandingkan hasil data pengamatan dengan hasil wawancara.

b.      Membandingkan apa yang dikatakan orang umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

c.       Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

Inilah yang dipakai oleh peneliti dalam hal pengecekan keabsahan data dengan pertimbangan berbagai aspek.

F.     Tekhnik Analisis Data

Analisis merupakan proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Analisis data bermaksud mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel dan sebagainya.[11]

Proses analisis data dimulai dengan:

1.      Reduksi data (data reducation), data yang diperoleh dari lapangan banyak, sehingga perlu dicatat secara teliti dan rinci. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal- hal yang pokok sesuai dengan masalah.

2.      Penyajian data (data display), yaitu menganalisis data dan memaparkan secara keseluruhan kepada data yang lebih sederhana.

3.      Kesimpulan dan verifikasi data, yaitu dengan mengadakan pemeriksaan kembali dan menyimpulkan data- data yang didapatkan di lapangan, apakah sudah layak untuk disajikan menjadi tulisan.[12]

 

 



                [1] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), hlm. 5.

                [2] Asmadil Alsa, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya dalam Penelitian Psikologi  (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 39.

                [3] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kopetensi dan Prakteknya (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 151.

                [4] Amiru & Hadi Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan  (Bandung: Setia Jaya, 2005), hlm. 129.

                [5] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif  (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 66.

                [6]  Salim dan Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Cita Pustaka Media, 2015), hlm. 119.

[7]Ahmad  Nizar Rangkuti, Metodologi Penelitian (Bandung: Cita Pustaka Media, 2016), hlm. 152

[8]Afifuddin dan Ahmad  Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif  (Bandung: C.V. Pustaka Setia, 2012), hlm. 155.

                [9] Lexy J. Moleong, Op. Cit., hlm. 175-176.

                [10] Ibid.,  hlm. 178-180.

                [11] Lexy J. Moleong, Op. Cit., hlm. 103.

[12] Ahmad Nizar Rangkuti, Op. Cit.,hlm. 172-173.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...