PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PADA KELAS UNGGULAN
DI PONDOK PESANTREN AL ANSOR
DESA MANUNGGANG JULU
KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Lokasi
dan Waktu Penelitian
1.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan suatu tempat
atau wilayah dimana suatu penelitian dilakukan. Penelitian ini berlokasi di pondok pesantren al-Ansor, yaitu
satu-satunya pondok pesantren yang terletak di Desa Manunggang Julu, Kecamatan
Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara. Pesantren
ini didirikan oleh H. Sahdi Ahmad Lubis pada 4 April 1994.
Alasan
dijadikannya pesantren ini sebagai lokasi penelitian adalah sebagai berikut:
a.
Untuk
memudahkan peneliti jika ditinjau dari segi dana dan jarak tempuh ke tempat
penelitian sedikit banyaknya akan menguntungkan karena jarak lokasi penelitian yang
dekat sehingga mudah dijangkau..
b.
Pondok
Pesantren Al-ansor Desa Manunggang Julu yang sudah berusia lebih dari 20 tahun
ini mengundang keinginan bagi peneliti untuk mengetahui lebih dalam mengenai
program yang baru didirikan berkisar 5 tahun yang lalu yaitu program kelas
unggulan yang tentunya berperan besar dalam pelaksanaan pembelajaran dan juga berperan besar dalam
menunjang keberhasilan dalam pencapain tujuan pembelajaran utamanya dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam.
2. Waktu Penelitian
Proses penelitian ini penulis laksanakan mulai dari menyusun proposal, menyususun
instrumen, mengumpulkan data, menganalisis dan mengolahnya sampai dengan
menyusun laporan/administrasi data mulai dari tanggal 30 Desember 2017 sampai
tanggal 28 Februari 2018.
B.
Metode
Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian
yang mengamati penomena di sekitarnya dan menganalisisnya dengan menggunakan
logika ilmiah.[1]
Di dalam penelitian ini peneliti merupakan instrument utama penelitian,
sehingga ia dapat melakukan penyesuaian sejalan dengan kenyataan-kenyataan yang
terjadi di lapangan. Tidak seperti yang biasa dilakukan oleh peneliti
kuantitatif di mana instrument penelitiannya telah disiapkan sebelumnya
sehingga tidak mungkin melakukan perubahan.[2]
Berdasarkan metode, penelitian ini menggunakan metode deskriptif
yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan dan mengintropeksi objek sesuai
dengan apa adanya.[3]
Penggunaan metode deskriptif ini adalah menampilkan apa adanya tentang
pembelajaran pendidikan agama Islam pada kelas unggulan di pondok pesantren al-Ansor
Desa Manunggang Julu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.
C.
Sumber
Data
Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data primer
Data primer adalah sumber data pokok yang dibutuhkan dalam
penelitian ini yang diperoleh dari guru yang mengajar pendidikan agama Islam pada kelas unggulan
sebanyak 5 orang dan siswa di pondok
pesantren
al-Ansor.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah sumber data pendukung primer yang ada
kaitannya dengan penelitian ini diperoleh dari kepala madrasah yang turut serta
menjalankan program kelas unggulan di pondok pesantren Al-ansor.
D.
Tekhnik
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data empiris yang sebaik-baiknya, diperlukan
adanya pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah serta obyek yang
diteliti.
Dalam pengumpulan data ini, peneliti menggunakan beberapa metode
antara lain:
1. Observasi
Observasi diartikan sebagai “pengamatan dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[4]
Observasi merupakan instrument pengumpulan data yang digunakan untuk mengamati
tingkah laku individu ataupun proses terjadinya sesuatu kegiatan yang diamati
dan dalam situasi yang sebenarnya. Kegiatan observasi tidak hanya dilakukan
terhadap kenyataan-kenyataan yang dilihat, tetapi juga terhadap yang terdengar.
Bagaimana cara ungkapan atau pertanyaan yang terlontar dalam percakapan
sehari-hari juga termasuk dari kenyataan yang dapat diobservasi.[5]
Observasi Yakni suatu cara pengambilan data melalui pengamatan dan
penelitian dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Adapun pokok-pokok yang akan di observasi
merujuk kepada kesimpulan dari kajian teori pada bab II sebagai berikut:
a.
Guru yang mengajar pada kelas unggulan.
b.
Siswa yang belajar pada kelas unggulan.
c.
Materi pembelajaran pada kelas unggulan.
d.
Metode pembelajaran pada kelas unggulan.
e.
Media pembelajaran pada kelas unggulan.
f.
Strategi pembelajaran pada kelas unggulan.
g.
Evaluasi pembelajaran pada kelas unggulan.
2. Wawancara (Interview)
Wawancara ialah percakapan yang bertujuan, biasanya antara dua
orang (tetapi kadang-kadang lebih) yang diarahkan oleh salah seorang dengan
maksud memperoleh keterangan.[6] Yakni
proses tanya jawab lisan yang mana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik
antara yang satu dengan yang lainnya. teknik ini digunakan untuk memperoleh
data tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam pada kelas
unggulan di pondok pesantren al-Ansor.
Adapun pokok-pokok yang akan di wawancara
merujuk kepada kesimpulan dari kajian teori pada bab II sebagai berikut:
a.
Masukan diseleksi
secara ketat dengan dengan menggunakan kriteria yang dapat dipertanggung
jawabkan.
b.
Sarana dan prasarana
menunjang untuk pemenuhan kebutuhan belajar dan penyaluran bakat siswa.
c.
Lingkungan belajar yang
kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata.
d.
Memiliki kepala sekolah
dan tenaga kependidikan yang unggul, baik dari segi penguasaan materi
pelajaran, metode mengajar maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.
e.
Kurikulum yang
diperkaya, yakni melakukan pengembangandan inprovisasi kurikulum secara
maksimal sesuai dengan tuntutan belajar.
f.
Tentang waktu belajar
di sekolah yang lebih panjang dibandingkan dengan kelas laindan tersedianya asrama
yang memadai.
g.
Proses pembelajaran
yang berkualitas dan hasilnya selalu dapat dipertanggung jawabkan kepada siswa,
lembaga, maupun masyarakat.
h.
Adanya perlakuan
tambahan diluar kurikulum, program pengayaan dan perluasan, pengajaran
remedial, pelayanan bimbingan dan konseling yang berkualitas, pembinaan
kreatifitas, dan disiplin, system asrama, serta kegiatan ekstrakurikuler
lainnya.
i.
Pembinaan kemampuan
kepemimpinan yang menyatu dalam keseluruhan system pembinaan siswa melalui
praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.
j.
Dokumentasi
Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian,
baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto) yang dapat memberikan informasi untuk proses
penelitian.[7]
Dokumentasi Yaitu cara pengumpulan data mengenai hal-hal berupa
catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, buku paket, dan lain-lain.
Dalam hal ini data yang termasuk adalah keadaan guru, keadaan siswa, letak
geografis, dan sarana prasarana yang akan diperoleh dari kantor pondok
pesantren al-Ansor.
E.
Tekhnik
Menjamin Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini
berdasarkan teknik yang dikemukakan oleh Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, yaitu
dengan menggunakan metode triangulasi.[8]
Adapun hal-hal yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan keabsahan
data yang akurat adalah sebagai berikut:
1.
Perpanjangan
keikutsertaan
Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrument itu sendiri.
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan
tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi melakukan
perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian. Perpanjangan
keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat data yang
dikumpulkan.[9]
2.
Triangulasi
Triangulasi adalah tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau
sebagai pembanding terhadap data itu. Hal itu dapat dicapai dengan jalan
sebagai berikut:[10]
a.
Membandingkan
hasil data pengamatan dengan hasil wawancara.
b.
Membandingkan
apa yang dikatakan orang umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
c.
Membandingkan
hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Inilah yang dipakai oleh peneliti dalam hal pengecekan keabsahan
data dengan pertimbangan berbagai aspek.
F.
Tekhnik
Analisis Data
Analisis merupakan proses mengatur urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.
Analisis data bermaksud mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak
sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar,
dokumen, berupa laporan, biografi, artikel dan sebagainya.[11]
Proses analisis data dimulai dengan:
1.
Reduksi
data (data reducation), data yang diperoleh dari lapangan banyak,
sehingga perlu dicatat secara teliti dan rinci. Untuk itu perlu segera
dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum,
memilih hal- hal yang pokok sesuai dengan masalah.
2.
Penyajian
data (data display), yaitu menganalisis data dan memaparkan secara
keseluruhan kepada data yang lebih sederhana.
3.
Kesimpulan
dan verifikasi data, yaitu dengan mengadakan pemeriksaan kembali dan
menyimpulkan data- data yang didapatkan di lapangan, apakah sudah layak untuk
disajikan menjadi tulisan.[12]
[2]
Asmadil Alsa, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya dalam
Penelitian Psikologi (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 39.
[3]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kopetensi dan Prakteknya (Jakarta:
Bumi Aksara, 2003), hlm. 151.
[5] Burhan
Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003),
hlm. 66.
[6] Salim dan Syahrum, Metodologi Penelitian
Kualitatif (Bandung: Cita Pustaka Media, 2015), hlm. 119.
[7]Ahmad Nizar Rangkuti, Metodologi Penelitian
(Bandung: Cita Pustaka Media, 2016), hlm. 152
[8]Afifuddin
dan Ahmad Saebani, Metodologi
Penelitian Kualitatif (Bandung: C.V.
Pustaka Setia, 2012), hlm. 155.
[12]
Ahmad Nizar Rangkuti, Op. Cit.,hlm. 172-173.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar