Kamis, 09 Juni 2022

BAB III PROBLEMATIKA PELAKSANAAN TAHFIZH AL-QUR’AN JUZ 30 DI PONDOK PESANTREN DARUL IKHLAS PANYABUNGAN KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.          Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat di mana proses studi yang digunakan untuk memproleh pemecahan masalah penelitian berlangsung.[1] Penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 sampai 12 Agustus 2021 di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan.

B.           Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuan-temuannya tidak diproleh melalui statistik atau bentuk hitungan lainnya.[2] Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti harus mampu menghasilkan data sesuai dengan apa yang diamati di lapangan, dan mampu menuliskan data-data yang sesuai dengan apa yang dilihat.

Text Box: 39Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bermaksud mengadakan pemeriksaan dan pengukuran terhadap gejala tertentu.[3] Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gelaja, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian pada


masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dari satu variabel.

Penelitian deskriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah ini sebagai berikut: diawali dengan adanya masalah, menentukan jenis informasi yang diperlukan, menentukan prosedur pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan, pengolahan informasi atau data dan menarik kesimpulan penelitian.[4]

 Maka penelitian ini memaparkan  kejadian-kejadian dan menuliskan data-data yang ada di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan dalam pelaksanaan tahfiz Al-Qur’an secara murni sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Penelitian ini adalah penelitian dilakukan dengan pendekatan yang beriorentasi pada fenomena-fenomena yang diamati dan diolah dengan menggunakan logika ilmiah.

 

 

 

 

C.          Sumber Data

Sumber data adalah subjek darimana data di peroleh.[5] Adapun sumber data yang dibutuhkan dalam penlitian ini terdiri dari dua macam sumber data yaitu:

1.               Data Primer

Data primer yaitu data pokok yang dibutuhkan penelitian. Data primer atau data pokok yang dibutuhkan dalam penelitan ini adalah guru tahfiz berjumlah 3 orang dan para santri di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan yang berjumlah 66.

Sedangkan dalam menentukan informan, menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan informan tidak didasarkan atas strata, kedudukan, pedoman, atau wilayah tetapi didasarkan pada adanya tujuan dan pertimbangan yang tetap berhubungan dengan permasalahan penelitian.[6]

2.               Data Sekunder

Data sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari berbagai sumber. Data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

 

D.          Instrumen Pengumpulan Data.

Pengumpulan data adalah berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, menghimpun, mengambil, atau menjaring data penelitian.[7] Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

1.         Observasi

Observasi merupakan suatu pengamatan atau pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[8] Observasi yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti terjun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu peristiwa, tujuan dan perasaan.

Dalam hal ini peneliti mengamati langsung ke lapangan, melihat problematika, serta upaya dalam menghadapi problematika menghafal Al-Qur’an.

Tabel 3.1

Kisi Kisi Pedoman Observasi

No

Aspek Observasi

Indikator Observasi

1

Kondisi Lingkungan

1.      Lokasi Sekolah

2.      Kebersihan Sekolah

3.      Tata Tertib Sekolah

4.      Keamanan Sekolah

2

Kondisi Siswa

1.      Kondisi Fisik Siswa

2.      Komunikasi Siswa

3

Pelaksanaan Tahfizh Al-Qur’an

1.      Jadwal Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an

2.      Penghafalan Ayat

3.      Penyetoran Ayat

4.      Muraja’ah

5.      Daftar Nilai Tahfizh

Al-Qur’an

6.      Lembar Hafalan Tahfizh Al-Qur’an

 

2.         Wawancara

Wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada orang yang menjadi informan. Caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka. Wawancara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian tanya jawab dengan guru dan santri.

Dari wawancara tersebut peneliti akan mewawancarai beberapa orang yaitu pembina, santri, dan beberapa guru di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.

 

 

 

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Pedoman Wawancara

No

Indikator

Sub Indikator

1

Tahfizh Al-Qur’an

1.     Pelaksanaan tahfizh Al-Qur’an

2.     Tujuan

 2

Pelaksanaan Tahfizh Al-Qur’an

Metode-metode

3

Problematika Tahfizh

Al-Qur’an

1.     Pendidik

2.     Individu

3.     Lokasi/Tempat

4.     Waktu

5.     Tajwid

 

 

3.         Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memproleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsif, dokumen, tulisan, angka, dan gambar (foto) yang merupakan laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Maka, yang menjadi metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah berupa dokumen-dokumen yang diperlukan seperti daftar guru beserta tugas-tugasnya yang berkaitan dengan problematika tahfiz Al-Qur’an di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.

 

E.           Teknik Menjamin Keabsahan Data

Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Sedangkan untuk tahap penyimpulan dilakukan dengan cara induktif yakni proses logika yang berangkat dari data yang empiris lewat observasi yang dilakukan menuju kepada suatu teori, dengan menggunakan logika ilmiah

Dalam penelitian kualitatif diperlukan keabsahan data untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian atau derajat kepercayaan terhadap data dari berbagai segi. Pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teknik yang dikemukakan oleh Meleong, yaitu:[9]

1.         Perpanjangan Keikutsertaan

Perpanjangan keikutsertaan penelitian akan memungkinkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, karena penelitian kualitatif deskriptif menghabiskan waktu di lapangan. Dalam setiap penelitian kualitatif, kehadiran peneliti dalam setiap tahap penelitian kualitatif membantu peneliti untuk memahami semua data yang dihimpun dalam penelitian. Karena itu hampir dipastikan bahwa peneliti kualitatif adalah orang yang langsung melakukan wawancara dan observasi dengan informan-informannya.

 

 

2.         Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.

F.           Analisis Data.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif yaitu prosedur yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati atau analisis data yang dilakukan dengan menggunakan logika ilmiah. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu “penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya”. Maksudnya menggambarkan kondisi alamiah masalah penelitian seperti apa adanya secara asli dan menyeluruh juga sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat tentang problematika tahfizh Al-Qur’an juz 30 di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.

Setelah data terkumpul maka dilaksanakan pengolahan dan analisis data dengan teknik analisis data kualitatif sebagai berikut:

1.         Editing data, yaitu menyusun redaksi dan menjadi satu susunan kalimat yang sistematis.

2.         Reduksi data, yaitu memeriksa kelengkapan data untuk mencari yang masih kurang dan mengesampingkan yang kurang relevan.

3.         Deskripsi data, yaitu menguraikan data secara sistematis induktif dan deduktif sesuai dengan sistematika pembahasan.

4.         Penarikan kesimpulan, yaitu merangkum uraian-uraian data dalam beberapa kalimat yang mengandung suatu pengertian secara singkat dan padat[10] .



[1] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan  (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 53.

[2] Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif  (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2003), hlm. 4.

[3] Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi  (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), hlm. 97.

[4] Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana, 2012), hlm, 34-35.

[5] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik  (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 129.

[6] Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif R  D (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 85.

[7] Suwartono, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian  (Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2014), hlm. 41.

[8] Sri Sumami, Metodologi Penelitian Pendidikan  (Yogyakarta: Sleman, 2012), hlm. 139.

[9] Lexy J Meleong, Metode Penelitian Kualitatif  (Bandung: PT. Rosda Karya, 2010), hlm. 177.

[10] Sugiyono, Metodologi Penelitian ,…hlm. 344-355.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”.

  “Pengembangan Integritas Kepribadian Anak Berdasarkan Kajian Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-82”. BAB II KAJIAN TEORI A.     Pengemba...