BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi
penelitian adalah tempat di mana
proses studi yang digunakan untuk memproleh pemecahan masalah penelitian
berlangsung.[1]
Penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Darul Ikhlas
Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Waktu
penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 sampai 12 Agustus 2021 di Pondok Pesantren Darul Ikhlas
Panyabungan.
B.
Jenis Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah
penelitian yang temuan-temuannya tidak diproleh melalui statistik atau bentuk
hitungan lainnya.[2]
Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti harus mampu menghasilkan data
sesuai dengan apa yang diamati di lapangan,
dan mampu menuliskan data-data yang sesuai dengan apa yang dilihat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif adalah suatu penelitian yang bermaksud mengadakan pemeriksaan dan
pengukuran terhadap gejala tertentu.[3]
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
gelaja, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif
memusatkan perhatian pada
masalah
aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian
deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang
menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa
tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih
dari satu variabel.
Penelitian
deskriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu dalam
pelaksanaannya. Langkah-langkah ini sebagai berikut: diawali dengan adanya
masalah, menentukan jenis informasi yang diperlukan, menentukan prosedur
pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan, pengolahan informasi atau
data dan menarik kesimpulan penelitian.[4]
Maka penelitian ini memaparkan kejadian-kejadian dan menuliskan data-data
yang ada di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan dalam pelaksanaan tahfiz Al-Qur’an secara
murni sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Penelitian
ini adalah penelitian dilakukan dengan pendekatan yang beriorentasi pada
fenomena-fenomena yang diamati dan diolah dengan menggunakan logika ilmiah.
C.
Sumber Data
Sumber
data adalah subjek darimana data di peroleh.[5]
Adapun sumber data yang dibutuhkan dalam penlitian ini terdiri dari dua macam
sumber data yaitu:
1.
Data Primer
Data
primer yaitu data pokok yang dibutuhkan penelitian. Data primer atau data pokok
yang dibutuhkan dalam penelitan ini adalah guru tahfiz berjumlah 3 orang dan
para santri di Pondok Pesantren Darul Ikhlas
Panyabungan yang berjumlah 66.
Sedangkan
dalam menentukan informan, menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu
penentuan informan tidak didasarkan atas strata, kedudukan, pedoman, atau
wilayah tetapi didasarkan pada adanya tujuan dan pertimbangan yang tetap
berhubungan dengan permasalahan penelitian.[6]
2.
Data Sekunder
Data
sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari berbagai sumber. Data
sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah di Pondok Pesantren
Darul Ikhlas Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.
D.
Instrumen Pengumpulan Data.
Pengumpulan
data adalah berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, menghimpun,
mengambil, atau menjaring data penelitian.[7]
Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah:
1.
Observasi
Observasi
merupakan suatu pengamatan atau pencatatan secara sistematik terhadap gejala
yang tampak pada objek penelitian.[8] Observasi
yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti terjun ke lapangan
mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu
peristiwa, tujuan dan perasaan.
Dalam
hal ini peneliti mengamati langsung ke lapangan, melihat problematika, serta
upaya dalam menghadapi problematika menghafal Al-Qur’an.
Tabel 3.1
Kisi Kisi Pedoman Observasi
|
No |
Aspek
Observasi |
Indikator
Observasi |
|
1 |
Kondisi Lingkungan |
1.
Lokasi Sekolah 2.
Kebersihan Sekolah 3.
Tata Tertib Sekolah 4.
Keamanan Sekolah |
|
2 |
Kondisi Siswa |
1.
Kondisi Fisik Siswa 2.
Komunikasi Siswa |
|
3 |
Pelaksanaan Tahfizh Al-Qur’an |
1.
Jadwal Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an 2.
Penghafalan Ayat 3.
Penyetoran Ayat 4.
Muraja’ah 5.
Daftar Nilai Tahfizh Al-Qur’an 6.
Lembar Hafalan Tahfizh
Al-Qur’an |
2.
Wawancara
Wawancara
adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada orang yang
menjadi informan. Caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.
Wawancara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian tanya
jawab dengan guru dan santri.
Dari
wawancara tersebut peneliti akan mewawancarai beberapa orang yaitu pembina,
santri, dan beberapa guru di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Pedoman Wawancara
|
No
|
Indikator |
Sub
Indikator |
|
1 |
Tahfizh Al-Qur’an |
1.
Pelaksanaan tahfizh
Al-Qur’an 2.
Tujuan |
|
2 |
Pelaksanaan Tahfizh Al-Qur’an |
Metode-metode |
|
3 |
Problematika Tahfizh Al-Qur’an |
1. Pendidik 2. Individu 3. Lokasi/Tempat 4. Waktu 5. Tajwid |
3.
Dokumentasi
Dokumentasi
adalah suatu cara yang digunakan untuk memproleh data dan informasi dalam
bentuk buku, arsif, dokumen, tulisan, angka, dan gambar (foto) yang merupakan
laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Maka, yang menjadi metode dokumentasi dalam
penelitian ini adalah berupa dokumen-dokumen yang diperlukan seperti daftar
guru beserta tugas-tugasnya yang berkaitan dengan problematika tahfiz Al-Qur’an
di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.
E.
Teknik Menjamin Keabsahan Data
Analisis
data dilakukan secara deskriptif yaitu
menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga lebih mudah
dipahami dan disimpulkan. Sedangkan untuk tahap penyimpulan dilakukan dengan
cara induktif yakni proses logika yang berangkat dari data yang empiris lewat
observasi yang dilakukan menuju kepada suatu teori, dengan menggunakan logika
ilmiah
Dalam
penelitian kualitatif diperlukan keabsahan data untuk mempertanggungjawabkan
hasil penelitian atau derajat kepercayaan terhadap data dari berbagai segi.
Pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teknik yang
dikemukakan oleh Meleong, yaitu:[9]
1.
Perpanjangan Keikutsertaan
Perpanjangan
keikutsertaan penelitian akan memungkinkan derajat kepercayaan data yang
dikumpulkan, karena penelitian kualitatif deskriptif menghabiskan waktu di lapangan.
Dalam setiap penelitian kualitatif, kehadiran peneliti dalam setiap tahap
penelitian kualitatif membantu peneliti untuk memahami semua data yang dihimpun
dalam penelitian. Karena itu hampir dipastikan bahwa peneliti kualitatif adalah
orang yang langsung melakukan wawancara dan observasi dengan
informan-informannya.
2.
Triangulasi
Triangulasi
adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data
untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
F.
Analisis Data.
Analisis
data dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif. Analisis data
kualitatif yaitu prosedur yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati atau analisis data yang
dilakukan dengan menggunakan logika ilmiah. Adapun metode pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu “penelitian yang berusaha
menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya”. Maksudnya
menggambarkan kondisi alamiah masalah penelitian seperti apa adanya secara asli
dan menyeluruh juga sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang
diteliti secara tepat tentang problematika tahfizh
Al-Qur’an juz 30 di MAS Darul Ikhlas Panyabungan.
Setelah
data terkumpul maka dilaksanakan pengolahan dan analisis data dengan teknik
analisis data kualitatif sebagai berikut:
1.
Editing data, yaitu menyusun redaksi dan menjadi satu susunan
kalimat yang sistematis.
2.
Reduksi data, yaitu memeriksa kelengkapan data untuk mencari yang
masih kurang dan mengesampingkan yang kurang relevan.
3.
Deskripsi data, yaitu menguraikan data secara sistematis induktif
dan deduktif sesuai dengan sistematika pembahasan.
4.
Penarikan kesimpulan, yaitu merangkum uraian-uraian data dalam
beberapa kalimat yang mengandung suatu pengertian secara singkat dan padat[10] .
[1] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 53.
[2] Anselm Strauss
dan Juliet Corbin, Dasar-Dasar Penelitian
Kualitatif (Yogyakarta: Pustaka
Belajar, 2003), hlm. 4.
[3] Abdurrahman
Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik
Penyusunan Skripsi (Jakarta: Rineka
Cipta, 2011), hlm. 97.
[4] Juliansyah
Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana, 2012), hlm, 34-35.
[5] Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka
Cipta, 2006), hlm. 129.
[6]
Sugiyono, Metodologi
Penelitian Kuantitatif Kualitatif R
D (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 85.
[7] Suwartono, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2014), hlm. 41.
[8] Sri Sumami, Metodologi Penelitian Pendidikan (Yogyakarta: Sleman, 2012), hlm. 139.
[9] Lexy J
Meleong, Metode Penelitian
Kualitatif (Bandung: PT. Rosda
Karya, 2010), hlm. 177.
[10] Sugiyono, Metodologi
Penelitian ,…hlm. 344-355.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar